Jumlah Penduduk Bekerja di Sumut Capai 7,75 Juta
- 07 Agt 2026 12:29 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat jumlah penduduk bekerja di Sumut pada Mei 2026 meningkat sekitar 25 ribu orang menjadi 7,75 juta orang. Namun, pada periode yang sama jumlah pengangguran juga bertambah sekitar 3 ribu orang.
Kepala BPS Sumatera Utara, Asim Saputra, mengatakan penduduk usia kerja pada Mei 2026 mencapai 11,85 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8,16 juta orang merupakan angkatan kerja dan 3,62 juta orang bukan angkatan kerja.
“Secara total terjadi pertambahan pengangguran sekitar 3.000 orang. Penduduk yang bekerja mengalami peningkatan lebih tinggi yaitu 25.000 orang dengan total penduduk yang bekerja di Sumatera Utara sebesar 7,75 juta orang," ucap Asim, Rabu 5 Agustus 2026.
Asim menyebut tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Sumatera Utara pada Mei 2026 tercatat 69,26 persen. TPAK laki-laki sedikit menurun dari 83,96 persen pada Februari menjadi 83,72 persen, sedangkan TPAK perempuan meningkat dari 54,69 persen menjadi 54,88 persen.
“Banyak penduduk perempuan sekarang mulai masuk ke pasar kerja dan meningkatkan TPAK pada penduduk perempuan," katanya.
Untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), BPS mencatat angka pada Mei 2026 sebesar 5,03 persen. TPT laki-laki sebesar 4,87 persen, sedangkan perempuan 5,27 persen. Dibandingkan Februari 2026, TPT Sumatera Utara sedikit meningkat.
“Dibanding dengan periode Februari sedikit meningkat, karena pada Februari ini masih banyak sektor pertanian yang menyerap tenaga kerja saat itu," ucap Asim.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Sumatera Utara dengan pangsa 27,81 persen. Sektor perdagangan menyerap 20,48 persen tenaga kerja, sementara sektor industri sebesar 10,14 persen dari total penduduk bekerja.
"Pada sektor pertanian, terjadi pertambahan serapan tenaga kerja sekitar 3,76 ribu orang pada Mei 2026," ujar Asim.
Berdasarkan status pekerjaan, pekerja berstatus buruh atau karyawan memiliki pangsa terbesar, yakni 37,61 persen. Namun, jumlahnya berkurang sekitar 2.200 orang dibandingkan Februari.
Sementara itu, penduduk yang berstatus berusaha sendiri memiliki pangsa 18,96 persen dan mengalami pertambahan sebesar 20.500 orang. Pekerja yang berusaha dibantu buruh tidak tetap memiliki pangsa 16,53 persen, pekerja keluarga 14,10 persen, dan pekerja yang berusaha dibantu buruh tetap sebesar 4,31 persen.
" Untuk pekerja formal, jumlahnya mencapai 3,25 juta orang atau 41,92 persen, sedangkan pekerja informal mencapai 4,5 juta orang atau 58,08 persen," ucap Asim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....