Tim Terpadu Pemprov Sumut Tindak Tegas Pertambangan Emas Tanpa Izin di Madina
- 02 Jul 2026 20:56 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Mandailing Natal – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Merespons informasi yang beredar di media sosial terkait aktivitas PETI di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), tim terpadu melaksanakan operasi penertiban, pada Kamis 2 Juli 2026.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut Heri Wahyudi Marpaung mengatakan, operasi tersebut melibatkan unsur Pemprov Sumut, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, serta instansi terkait sebagai bentuk komitmen bersama dalam menegakkan hukum dan menjaga kelestarian lingkungan.
"Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menegakkan hukum, melindungi kelestarian lingkungan, serta memulihkan kawasan yang terdampak akibat aktivitas pertambangan ilegal," katanya.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, tim terpadu masih menemukan aktivitas pertambangan emas tanpa izin yang menggunakan alat berat di sejumlah titik. Aktivitas tersebut diduga dikelola oleh pihak berinisial GD dan PW.
Terhadap setiap aktivitas PETI yang masih beroperasi, tim langsung menghentikan kegiatan di lokasi sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia menegaskan aktivitas pertambangan ilegal tersebut telah menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan.
Di antaranya, perubahan bentang alam dan morfologi sungai akibat pengerukan, kerusakan daerah aliran sungai (DAS) yang berpotensi meningkatkan risiko banjir dan longsor, hilangnya vegetasi di sekitar lokasi pertambangan, dan terbentuknya lubang-lubang bekas galian yang membahayakan keselamatan masyarakat. Selain itu juga berpotensi pencemaran kualitas air sungai yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.
Selain menghentikan aktivitas pertambangan, tim terpadu juga mengidentifikasi alat berat yang digunakan, memeriksa sarana pendukung operasional. Serta mendata berbagai aktivitas yang diduga melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pertambangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut Dedi Jamiansyah Putra menyampaikan, dalam operasi tersebut, tim berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas PETI. Antara lain satu unit alat berat jenis ekskavator, aki (baterai) alat berat, serta berbagai peralatan pendukung operasional lainnya. Seluruh barang bukti telah diamankan sesuai prosedur dan selanjutnya akan diproses berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
"Penertiban berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Keberhasilan operasi ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menindak tegas seluruh aktivitas pertambangan ilegal yang merusak lingkungan, mengancam keselamatan masyarakat, dan menimbulkan kerugian bagi negara," ujarnya.
Untuk mencegah kembali maraknya aktivitas PETI, tim terpadu merekomendasikan penguatan pengawasan di wilayah Kecamatan Kotanopan maupun daerah lain yang rawan melalui patroli terpadu secara berkala. Selain itu juga dilakukan penegakan hukum yang konsisten terhadap para pelaku, serta percepatan rehabilitasi lingkungan pada kawasan yang telah mengalami kerusakan.
Pemprov Sumut juga menegaskan akan menindak setiap aktivitas pertambangan tanpa izin yang masih ditemukan di wilayah Sumut dengan penghentian langsung di lokasi. Tindakan itu akan disertai proses penegakan hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Masyarakat juga diajak berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak melakukan maupun mendukung aktivitas pertambangan tanpa izin. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan praktik PETI di wilayahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....