APPSI Sumut Pangkas Rantai Distribusi untuk Tekan Harga Ayam

  • 22 Sep 2026 13:03 WIB
  •  Medan

RRI CO.ID, Medan - DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sumatera Utara memangkas rantai distribusi ayam melalui operasi pasar di Kota Medan. Langkah tersebut dilakukan agar ayam dapat dijual Rp40 ribu per kilogram.

APPSI Sumut bekerja sama dengan Pemprov Sumut untuk menyalurkan ayam dari produsen kepada pedagang. Tahap awal dilakukan di Pajak Petisah dan Pajak Sei Sikambing dengan tiga ton ayam.

Ketua DPW APPSI Sumut H. Ihwan Ritonga mengatakan rantai distribusi ayam selama ini terlalu panjang. Menurutnya, banyak agen dan pengepul berada di antara produsen dan pedagang.

Ihwan juga mengatakan pola distribusi tersebut dapat meningkatkan harga ayam sebelum sampai kepada konsumen. Karena itu, APPSI berkoordinasi dengan produsen dan pengusaha ayam untuk memperpendek jalur distribusi.

"Asalnya ayam ini kita dorong dari para produsen yang selama ini rantainya terlalu panjang sehingga banyak agen ataupun pengepul," kata Ihwan, saat mengunjungi Pasar Tradisional Pajak Petisah, Medan, Selasa, 22 September 2026.

Ayam dalam operasi pasar dijual Rp40 ribu per kilogram. Namun, sebagian pedagang masih menjual Rp45 ribu hingga Rp46 ribu karena sudah membeli stok dengan harga tinggi.

Ihwan mengatakan pasokan operasi pasar masih terbatas pada 3 ton untuk tahap awal. Selanjutnya, distribusi akan dikembangkan ke 13 pasar tradisional di Kota Medan.

Pedagang ayam dan sayur di Pajak Petisah, Supriadi, mengatakan harga ayam di lapaknya biasanya Rp47 ribu per kilogram. Ia kemudian menjual ayam dari Pemprov Sumut dan APPSI seharga Rp40 ribu.

Supriadi menilai operasi pasar membantu masyarakat mendapatkan ayam dengan harga lebih rendah. Ia juga berharap pasokan ayam semakin banyak sehingga harga tidak terus meningkat.

"Jadi ya membantu jugalah orang-orang masyarakat ini, biar ayam ada perubahan, biar enggak terus naik," kata Supriadi.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Yusfahri Perangin-angin mengatakan intervensi tersebut diharapkan memengaruhi kondisi pasar secara umum. Pemerintah juga menyiapkan pola intervensi serupa untuk komoditas cabai.

"Kita menginginkan salah satu bentuk yang kita lakukan ini bisa mempengaruhi psikologis pasar secara umum," ujar Yusfahri.

Sebelumnya, Pemprov Sumut mencatat harga ayam di sejumlah pasar sekitar Medan berada pada kisaran Rp43 ribu hingga Rp50 ribu. Fahri menyebut rantai distribusi sebagai salah satu aspek yang terus dipantau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....