Ekspor Jadi Andalan, BI Yakin Ekonomi Sumut Tembus 5 Persen

  • 30 Jun 2026 20:08 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) pada 2026 mampu menembus angka di atas 5 persen. Optimisme tersebut didukung peningkatan kinerja ekspor meski ketidakpastian ekonomi global masih membayangi berbagai negara.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Ameriza M. Moesa, dalam Forum North Sumatra Economic Xceleration Talk (NEXT) Triwulan II Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Medan, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut Ameriza, Sumut memiliki keunggulan sebagai daerah berbasis sumber daya alam sehingga peluang peningkatan ekspor masih terbuka lebar. Kondisi tersebut diyakini mampu menopang pertumbuhan ekonomi meski konsumsi rumah tangga diperkirakan melambat akibat tekanan global.

"Jika tahun lalu pertumbuhan ekonomi Sumut berada di kisaran 4,98 persen, maka pada 2026 kami optimistis dapat tumbuh di atas 5 persen," ujar Ameriza.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi, BI menerapkan kebijakan stabilisasi nilai tukar, penguatan penyaluran kredit, dan digitalisasi sistem pembayaran. BI juga menargetkan inflasi tetap berada dalam kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen sepanjang 2026 hingga 2027.

"Kami siap bekerja keras secara total demi menjaga momentum pertumbuhan dan stabilitas ekonomi di Provinsi Sumut," katanya.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Poppy Marulita Hutagalung, saat memberikan sambutan dalam Forum North Sumatra Economic Xceleration Talk (NEXT) Triwulan II Tahun 2026, berlangsung di Medan, Kamis 25 Juni 2026. (Foto: RRI/Andreas)

Sementara Pemerintah Provinsi Sumut menilai perekonomian daerah tetap tangguh meski menghadapi perlambatan ekonomi dunia, gejolak geopolitik, dan volatilitas pasar keuangan. Berbagai tantangan tersebut dinilai memengaruhi sektor pangan, energi, perdagangan, investasi, hingga penyerapan tenaga kerja.

Sementara, epala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Poppy Marulita Hutagalung, menyebut fondasi ekonomi daerah masih terjaga dengan baik. Pertumbuhan ekonomi Sumut pada 2025 tercatat mencapai 4,98 persen dan menjadi kontributor terbesar di Pulau Sumatera.

"Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Sumut tetap tumbuh. Ini menunjukkan fondasi ekonomi daerah yang cukup kuat untuk terus bergerak dan berkembang," kata Poppy.

Selain mencatat pertumbuhan yang positif, nilai ekspor Sumut meningkat 42,29 persen dan terus menjadi penopang perekonomian daerah. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga mencapai Rp5,522 triliun kepada sekitar 82 ribu debitur di Sumut.

Untuk mempertahankan momentum tersebut, Pemprov Sumut terus memperkuat pengendalian inflasi, perluasan akses keuangan, digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah, serta kerja sama antardaerah. Upaya itu dilakukan melalui kolaborasi bersama BI, Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pusat Statistik, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Forum NEXT menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ucap Poppy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....