Kelompok Tani Mustahik Binaan Baznas Tapsel Panen Perdana Semangka
- 25 Jul 2026 13:13 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan - Kelompok Tani Bagus Makmur, kelompok tani mustahik binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), melaksanakan panen perdana semangka di sekitar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sipangko, Kecamatan Angkola Muaratais, Kamis, 23 Juli 2026.
Panen perdana tersebut merupakan bagian dari kerja sama tripartit antara Baznas Tapsel sebagai penyedia modal melalui program zakat produktif, kelompok tani mustahik sebagai produsen, serta SPPG sebagai mitra sekaligus pembeli hasil pertanian. Hasil panen tersebut akan mendukung kebutuhan bahan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama yang terjalin tidak hanya sebatas penandatanganan kesepakatan, tetapi telah diwujudkan dalam bentuk kegiatan produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini sesuatu yang luar biasa. Kerja sama tripartit antara Baznas, kelompok tani binaan Baznas dan dapur MBG ini bukan sekadar teken-teken lalu dipublikasikan, tetapi sudah diimplementasikan,” ujarnya.
Ia menuturkan kerja sama tersebut sebelumnya telah menghasilkan panen komoditas sayuran berupa buncis, dan kini berlanjut pada panen buah semangka. Gus Irawan menjelaskan, kolaborasi antara kelompok tani di sekitar dapur SPPG dan pengelola dapur memiliki tujuan utama, yakni memastikan kebutuhan bahan pangan yang segar dan bergizi untuk mendukung pemenuhan nutrisi anak-anak, ibu menyusui dan ibu hamil, serta mendorong pemerataan ekonomi dengan melibatkan UMKM serta masyarakat setempat dalam rantai pasok kebutuhan dapur SPPG.
“Setiap dapur diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Jadi, manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh penerima manfaat MBG, tetapi juga oleh petani dan masyarakat sekitar,” katanya.
Menurut Gus Irawan, kerja sama tersebut juga memberikan nilai tambah bagi petani. Karena hasil pertanian dapat dipasarkan langsung kepada dapur SPPG tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi dan distribusi ke pasar.
“Petani mendapatkan nilai tambah, dapur mendapatkan barang yang segar dan tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk mengambil dari tempat yang jauh. Inilah semangat dari kebijakan program prioritas Makan Bergizi Gratis,” ucapnya.
Gus Irawan juga mengajak berbagai pihak untuk melihat pelaksanaan program MBG secara langsung di daerah, karena dampak program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga memberikan efek terhadap perekonomian lokal. Ia turut mendorong Baznas untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program zakat produktif.
“Karena ini zakat produktif, tentu harus dipastikan penerimanya adalah mustahik. Kita ingin mengintegrasikan berbagai program agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan modal dan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Tapanuli Selatan Jon Sujani Pasaribu mengatakan, panen semangka tersebut merupakan panen perdana untuk komoditas buah dalam kerja sama tripartit antara Baznas, kelompok tani mustahik, dan SPPG.
Ia menyebutkan, kerja sama tersebut diharapkan dapat terus berkembang. Saat ini, kemampuan Baznas masih difokuskan pada pemberian modal untuk pengembangan komoditas sayur-mayur dan buah-buahan bagi kelompok tani mustahik di sekitar dapur SPPG.
“Panen hari ini dapat segera dikonsumsi. Bahkan, hasil panen tidak perlu menginap karena bisa langsung diolah untuk kebutuhan makanan bergizi,” kata Jon Sujani.
Jon Sujani menambahkan, Baznas akan terus mendukung kelompok tani mustahik yang ingin mengembangkan komoditas lain sesuai kebutuhan SPPG. Seperti pepaya, melon dan berbagai jenis sayuran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....