Konjen Malaysia di Medan Gelar Penayangan Eksklusif Film Puteri Gunung Ledang

  • 22 Mei 2026 18:04 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Konsulat Jenderal Malaysia Medan menggelar acara Wacana Bahasa dan Budaya dengan penayangan ekslusif film Puteri Gunung Ledang pada Kamis, 21 Mei 2026 di JW Marriott Hotel, Medan. Konsul Jenderal Malaysia di Medan, Shahril Nizam Abdul Malek mengatakan film Puteri Gunung Ledang merupakan cerminan budaya Melayu Nusantara yang sarat dengan nilai adab, budi, dan falsafah.

"Putri Gunung Ledang bukanlah sebuah film, ia adalah cerminan Melayu Nusantara. Di dalamnya ada cinta, ada pengorbanan, ada bahasa yang lembut tapi tajam, ada yang halus tapi tinggi nilainya,” kata Shahril.

Menurutnya, film ini juga memperlihatkan kekuatan peradaban Melayu melalui tutur bahasa dan sikap yang tetap beradab dalam setiap keadaan.

"Bagaimana watak-watak yang berbicara tidak meninggi suara tapi tinggi budinya, tidak kasar katanya tapi dalam maksud. Bahkan jika menolak sekalipun mereka masih beradab. Itulah kekuatan peradaban Melayu,” ujar Shahril.

Shahril menyebut film Puteri Gunung Ledang menjadi simbol indah hubungan Malaysia dan Indonesia yang memiliki sejarah, bahasa, dan jiwa yang sama sebagai bagian dari peradaban Nusantara.

“Berbicara tentang hubungan antara Malaysia dan Indonesia, sebenarnya kita berbicara sesuatu yang lebih besar daripada hubungan politik. Kita berbicara tentang sejarah yang sama, bahasa yang sama, jiwa yang sama,” ucap Shahril.

Shahril menegaskan hubungan Malaysia dan Indonesia harus dibangun melalui bahasa, budaya, dan persaudaraan. Perkembangan teknologi dan perubahan dunia yang berlangsung cepat tidak boleh membuat masyarakat kehilangan bahasa dan budaya.

"Tanpa bahasa kita akan kehilangan suara, tanpa budaya kita akan kehilangan akar, tanpa jati diri kita akan kehilangan arah. Sebab itu hubungan Malaysia dan Indonesia tidak boleh hanya terjalin di bidang perdagangan, pelaporan, dan diplomasi semata, harus ada tiga perkara yang lebih kekal, yakni bahasa, budaya, dan persaudaraan,” ujar Shahril.

Shahril juga mengajak masyarakat untuk terus memartabatkan bahasa, memelihara budaya, dan memperkukuh persaudaraan demi generasi mendatang.

“Bangsa yang menjaga bahasanya akan dihormati, bangsa yang menjaga budayanya akan disegani, dan bangsa yang menjaga jati dirinya akan kekal abadi,” ucap Shahril.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....