OJK Dukung Pengembangan Jagung di Tapanuli Selatan
- 11 Mei 2026 19:01 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mendukung pengembangan sektor jagung di Kabupaten Tapanuli Selatan melalui penguatan pembiayaan sektor produktif. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan, mengendalikan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, dalam penandatanganan kerja sama pengembangan sektor jagung di Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Rabu 6 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah daerah, sektor jasa keuangan dan pelaku usaha dalam membangun ekonomi berkelanjutan.
Muttaqien menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan membangun kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekonomi daerah.
“OJK mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan atas inisiasi kegiatan strategis ini sebagai wadah memperkuat sinkronisasi dan kolaborasi,” katanya.
Menurut Muttaqien, pengembangan komoditas jagung memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat daerah. Dukungan pembiayaan sektor jasa keuangan diharapkan mampu memperluas akses permodalan petani dan UMKM melalui optimalisasi Kredit Usaha Rakyat sektor pertanian.
OJK juga menegaskan komitmennya mendukung Program Pengembangan Ekonomi Daerah sebagai kontribusi sektor jasa keuangan menuju Indonesia Emas 2045. Program tersebut mendorong penguatan ekosistem pembiayaan produktif yang melibatkan pemerintah daerah, industri jasa keuangan dan masyarakat.
Skema pengembangan perkebunan jagung rakyat tangguh (SEJAGAT) dinilai menjadi langkah progresif memperkuat sektor perkebunan jagung di Tapanuli Selatan. Melalui kolaborasi kelompok tani, perbankan dan offtaker, skema tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha perkebunan jagung.
Berdasarkan data OJK, outstanding kredit jagung di Sumatera Utara meningkat dari Rp276,37 miliar pada Desember 2020 menjadi Rp716,5 miliar pada Maret 2026. Hampir seluruh pembiayaan tersebut disalurkan kepada pelaku UMKM, meski penetrasi pembiayaan sektor jagung masih memiliki ruang pertumbuhan besar.
Sementara Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menekankan pentingnya penguatan ketahanan ekonomi daerah menghadapi dinamika global saat ini.
“Kita tidak bisa mengendalikan geopolitik dunia, tetapi kita bisa memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui kebijakan tepat,” ujarnya.
Penandatanganan kerja sama dilakukan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama Bank Sumut Cabang Sipirok, Perum Bulog dan BPJS Ketenagakerjaan Padangsidimpuan. Kerja sama juga melibatkan sejumlah kelompok tani sebagai bagian penguatan ekosistem pengembangan jagung daerah yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....