Hutama Karya Mulai Ukur Dampak Lingkungan Jalan Tol Trans Sumatra

  • 25 Apr 2026 21:38 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Langkat- PT Hutama Karya (Persero) mulai mengukur dampak lingkungan dari program penghijauan di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Pengukuran ini dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan infrastruktur berkelanjutan.

Pendekatan yang digunakan mengacu pada metode The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Dari hasil perhitungan, 17.000 pohon yang ditanam pada 2026 diproyeksikan mampu menyerap sekitar 9.930 ton CO2e hingga 2050.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan langkah tersebut menjadi awal transparansi data lingkungan. Dengan angka kontribusi ekologis yang selama ini belum pernah dipublikasikan kini untuk pertama kalinya diukur secara ilmiah dan dapat dibagikan kepada publik.

“Yang penting bagi kami adalah mulai mengukur apa yang bisa diukur agar dapat dikelola dan ditingkatkan. Ini baru awal, dan angka ini akan terus bertambah seiring berjalannya operasional JTTS,” ujarnya, Jumat 24 April 2026.

Iwan menegaskan penghijauan merupakan bagian integral dari operasional jalan tol. Vegetasi di ruang milik jalan dan rest area dinilai memberi manfaat ekologis, sekaligus meningkatkan kualitas layanan.

Iwan mengatakan koridor JTTS tidak hanya berfungsi sebagai jalur konektivitas ekonomi. Infrastruktur ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi lingkungan di wilayah yang dilalui.

Ke depan, Hutama Karya akan memperluas cakupan penghijauan seiring pertumbuhan jaringan JTTS. Perusahaan juga berkomitmen mempublikasikan data dampak lingkungan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....