Hutama Karya Tuntaskan Proyek Penanggulangan Bencana Malalak

  • 18 Jul 2026 20:27 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) mempercepat penyelesaian proyek penanganan tanggap darurat bencana di Sumatra menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan konektivitas masyarakat di wilayah terdampak bencana, sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur.

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan percepatan penanganan infrastruktur pascabencana merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah memulihkan akses transportasi masyarakat.

"Melalui berbagai proyek penanganan tanggap darurat di Sumatra, kami berharap konektivitas masyarakat dapat segera pulih serta memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap risiko bencana di masa mendatang," ujarnya pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Hamdani mengatakan di Provinsi Sumatera Barat, proyek penanggulangan bencana alam Malalak telah mencapai progres fisik 100 persen. Seluruh pekerjaan sementara telah digantikan dengan konstruksi permanen berupa bronjong, shotcrete, soil nailing, box culvert, sistem drainase, hingga realinyemen jalan sehingga ruas tersebut kini berfungsi secara permanen.

Rampungnya proyek tersebut membuat akses masyarakat dan distribusi logistik pada koridor Padang–Bukittinggi kembali berjalan lebih aman. sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap potensi bencana serupa di masa mendatang.

Sementara itu, proyek penanganan mendesak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor ruas Padang Panjang–Sicincin atau Lembah Anai juga hampir selesai. Hingga awal Juli 2026, progres fisik proyek mencapai 96,71 persen dan ditargetkan rampung pada 26 Juli 2026.

Saat ini pekerjaan memasuki tahap akhir berupa pengaspalan, pemasangan guardrail, penerangan jalan umum, rambu lalu lintas, serta marka jalan. Berbagai pekerjaan utama seperti soldier pile, bronjong, penanganan lereng menggunakan geomate dan shotcrete, serta pengaspalan di sejumlah titik prioritas juga telah diselesaikan.

Hutama Karya menilai penyelesaian proyek-proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar distribusi logistik, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat ketahanan jaringan transportasi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....