Wali Kota Medan Apresiasi Kesiapan Polri dengan Simulasi Sispamkota
- 24 Apr 2026 19:25 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri apel akbar dan deklarasi Sabuk Kamtibmas, serta simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), di Mapolda Sumatera Utara, Jumat 24 Apri 2026. Apel akbar dan deklarasi Sabuk Kamtibmas ini dipimpin langsung Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.
Rico menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Sumut. Menurutnya, agenda Sabuk Kamtibmas merupakan simbol kekuatan kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat.
"Ini adalah bagian yang saling mengikat antara semua unsur. Semangat kita yakni menjaga daerah ini agar tetap kondusif," ujar Rico.
Rico mengaku terkesan saat menyaksikan simulasi Sispamkota yang diperagakan oleh personel Polrestabes Medan. Simulasi tersebut menampilkan berbagai skenario penanganan gangguan keamanan, mulai dari aksi kriminalitas jalanan dengan penanganan cepat terhadap aksi begal dan pencurian, hingga ancaman skala besar seperti ancaman teror serta kekerasan dengan prosedur penjinakan bom dan penanganan kasus penculikan.
"Kami merasa yakin, benar-benar yakin, bahwasanya Kota Medan dapat dijaga kondusivitasnya. Melihat apa yang dilatihkan dengan penuh keseriusan, ini membuktikan Polri siap menjamin rasa aman dan nyaman bagi warga," ujar Rico.
Rico Waas menekankan Pemko Medan akan terus mendukung langkah-langkah preventif dan represif yang dilakukan kepolisian. Menurutnya, keamanan adalah fondasi utama agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di Ibu Kota Sumatera Utara ini dapat berjalan tanpa rasa takut.
"Dengan adanya simulasi yang matang dan koordinasi yang solid, diharapkan angka kriminalitas seperti begal dan kekerasan jalanan dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang," katanya.
Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto saat memimpin apel akbar dan deklarasi Sabuk Kamtibmas, menekankan istilah "Sabuk" merupakan simbol kekuatan yang menyatukan seluruh elemen pengamanan menjadi satu kesatuan yang kokoh.
"Stabilitas keamanan di Sumatera Utara hanya bisa dicapai melalui sistem pengamanan yang saling menopang antara aparat dan masyarakat," ujar Whisnu.
Menurutnya, poin utama yang menjadi sorotan dalam pidato tersebut adalah instruksi keras Kapolda terkait kejahatan jalanan. Khususnya aksi begal yang meresahkan.
"Saya sudah memerintahkan kepada seluruh jajaran untuk menindak tegas para pelaku begal jalanan. Bertindak tegas tanpa ada kata ampun," katanya.
Whisnu juga menetapkan peredaran narkoba sebagai musuh bersama, dan meminta jajarannya memberikan sanksi berat kepada para pelaku. Penanganan berita bohong (hoax) dan provokasi juga menjadi prioritas guna mencegah konflik sosial di tengah masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan kepolisian, tetapi aktif menjaga lingkungan masing-masing tanpa memandang perbedaan suku dan agama.
"Keamanan adalah kebutuhan dasar. Dengan sinergitas yang kuat, kita akan mampu menghadapi tantangan Kamtibmas yang semakin kompleks," kata Whisnu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....