Disperindag dan LH Tanjungbalai Bantah Terlibat Asosiasi Pedagang Pasar Bahagia
- 15 Apr 2026 18:51 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Tanjungbalai, Wiwi Fitri, membantah keras keterlibatannya dalam asosiasi pedagang Pasar Bahagia yang baru dibentuk. Ia menegaskan tidak pernah mengetahui, apalagi menyetujui keberadaan asosiasi tersebut.
“Saya tidak pernah menyetujui asosiasi pasar manapun. Sejak awal hingga saat ini, saya juga belum pernah berjumpa langsung dengan pengurus asosiasi tersebut,” kata Wiwi. Rabu, 15 April 2026.
Wiwi juga membantah namanya dicatut sebagai salah satu dewan penasehat dalam struktur organisasi asosiasi tersebut. Ia menyampaikan, pernah menerima pesan dari oknum yang mencantumkan nama sejumlah pejabat, termasuk Wali Kota Tanjungbalai, Kadisperindag, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup sebagai dewan penasehat.
“Saya langsung mempertanyakan, dari mana dasarnya mencantumkan nama-nama tersebut Saya juga tidak pernah menyetujui soal biaya meja, bahkan saya mempertanyakan kepada oknum tersebut soal biaya meja yang sampaikan kepada saya," ujarnya.
Ia mengecam keras tindakan oknum yang dinilai tidak bertanggung jawab karena telah mencatut namanya. Bahkan, Wiwi mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk menurunkan spanduk asosiasi yang sempat terpasang di Pasar Bahagia yang baru, eks lokasi pemadam kebakaran.
Lebih lanjut, ia menyebut oknum tersebut juga membawa-bawa nama Walikota Tanjungbalai, dengan klaim bahwa asosiasi yang dibentuk telah diketahui oleh walikota.
Hal senada disampaikan Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungbalai, Andri Ginting. Ia juga membantah keras keterlibatannya sebagai dewan penasehat asosiasi pedagang tersebut.
“Saya baru mengetahui hal ini sekarang. Saya tidak tahu, tidak pernah bertemu, bahkan tidak pernah berkomunikasi dengan pengurus asosiasi tersebut. Jangan asal klaim,” ujar Andri.
Kedua pejabat tersebut sama-sama mengecam tindakan oknum yang mencatut nama pejabat daerah tanpa dasar yang jelas, serta mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....