Bea Cukai Perkuat Rantai Pasok Logistik
- 11 Feb 2026 15:37 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- Bea Cukai Belawan mendampingi Tim Validator Authorized Economic Operator (AEO) dari Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam rangkaian validasi lapangan ke dua perusahaan strategis di Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung dua hari berturut-turut ini menyasar fasilitas PT Sinotrans CSC Indonesia pada Senin (9/2/2026) dan instalasi PT Pertamina Patra Niaga pada Selasa (10/2/2026).
Langkah validasi ini merupakan bagian dari upaya Bea Cukai memperkuat rantai pasok logistik nasional melalui penerapan standar keamanan dan kepatuhan internasional yang ditetapkan World Customs Organization (WCO).
Pada hari pertama, tim melakukan verifikasi langsung ke gudang PT Sinotrans CSC Indonesia, sebagai tindak lanjut atas permohonan perluasan kemitraan bisnis antara PT ZTE Indonesia pemegang status AEO dengan Sinotrans sebagai mitra logistik. Validasi dilakukan untuk memastikan mata rantai logistik perusahaan AEO tetap memenuhi standar keamanan.
Kepala Seksi Sertifikasi AEO Kantor Pusat Bea Cukai, Yasser Ferdansyah Gautama, menegaskan pentingnya konsistensi penerapan standar tersebut.
"Sebagai pemegang status AEO, PT ZTE telah menunjukkan kepatuhan yang sangat baik. Namun dengan adanya mitra bisnis baru, validasi ulang menjadi langkah penting untuk memastikan kelayakan dan konsistensi keamanan sebelum diberikan predikat AEO,” ujarnya.
Tim validator memeriksa berbagai aspek, mulai dari keamanan fisik gudang (CCTV, akses kontrol), pencatatan inventaris, hingga manajemen risiko bencana dan penerapan K3.
Pada hari kedua, validasi dilanjutkan ke PT Pertamina Patra Niaga untuk menilai kepatuhan proses bisnis distribusi energi. Pertamina dinilai memiliki peran sentral dalam menjaga ketahanan energi nasional, termasuk dalam tingginya aktivitas kepabeanan perusahaan tersebut.
Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Ahmad Luthfi, menegaskan dukungan terhadap seluruh rangkaian validasi AEO.
"Status AEO bukan sekadar sertifikasi, tetapi bentuk kepercayaan tertinggi dari otoritas kepabeanan yang berdampak langsung pada efisiensi biaya logistik dan percepatan dwelling time," jelasnya lewat keterangan rilis yang diterima rri.co.id pada Rabu (11/2/2026).
Ia berharap validasi terhadap PT Sinotrans dan PT Pertamina Patra Niaga dapat memperkuat kelancaran arus barang, baik perangkat telekomunikasi maupun energi, melalui jalur prioritas.
"Kami ingin mendorong pelaku usaha logistik lainnya di Sumatera Utara untuk meningkatkan standar keamanan dan kepatuhan sehingga tercipta ekosistem logistik yang aman, terpercaya, dan berdaya saing global," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....