Masifnya Media Sosial Menjadi Tantangan Serius Bagi Pers

  • 10 Feb 2026 15:15 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pers merupakan pilar keempat demokrasi yang berperan sebagai pengawas kekuasaan, penyedia informasi objektif, sarana edukasi publik, serta indikator kesehatan demokrasi. Perkembangan media sosial yang masif menjadi tantangan serius bagi eksistensi dan kepercayaan terhadap pers. Demikian dikatakan oleh  Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain, M.Si.  Guru Besar Ilmu Komunikasi Fisip USU, saat menjadi narasumber dialog Aspirasi Sumut di Programa 1 LPP RRI Medan FM 94.3 MHz. Senin ( 9/2/2026 ) pagi.

Sedangkan Dr. Fakhrur Rozi, M.I.Kom. Ketua Seksi Media Siber, Multimedia dan Fotografi PWI Sumut  yang juga menjadi narasumber dialog saat ditanyakan tentang media sosial dan tantangan pers menjelaskan bahwa tantangan utama media sosial adalah maraknya informasi hoaks yang sering dijadikan rujukan masyarakat. PWI mendorong media terverifikasi untuk aktif di media sosial dengan menyajikan konten berbasis kerja jurnalistik agar publik memperoleh informasi yang kredibel.

Lebih lanjut Iskandar Zulkarnain menegaskan tentang perbedaan pers dan media sosial bahwa pers dan media sosial merupakan dua hal yang berbeda. Pers menghasilkan berita melalui kerja jurnalistik yang berbasis fakta dan memenuhi kaidah jurnalistik, sedangkan media sosial hanya menghasilkan informasi yang belum tentu dapat dikategorikan sebagai berita. Semua berita adalah informasi, tetapi tidak semua informasi adalah berita.

“ Penyebaran informasi di media sosial tetap memiliki konsekuensi hukum. Undang-undang yang berlaku dapat menjerat penyebar informasi yang tidak benar. Oleh karena itu, masyarakat harus berhati-hati dalam memproduksi dan menyebarkan informasi, “ ujar Iskandar.

PWI mendorong peningkatan kualitas SDM wartawan melalui penguatan kompetensi dan etika jurnalistik. Wartawan dituntut memiliki berbagai keterampilan digital, namun tetap harus menjaga prinsip etis dan profesionalisme jurnalistik, ‘ ungkap Fakhrur Rozi.

Saat ditanyakan tentang makna dan tema Hari Pers Nasional ( HPN ) oleh presenter  Iskandar menjelaskan bahwa tema Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat menekankan pentingnya pers yang profesional dan berintegritas. Profesionalisme pers harus didukung oleh kesejahteraan jurnalis agar pers tidak terjebak pada orientasi bisnis semata. Pentingnya literasi media bagi masyarakat. Masyarakat perlu memilah media yang kredibel berdasarkan rekam jejak agar tidak mudah terpengaruh oleh disinformasi di media sosial.

Fakhrur Rozi menambahkan bahwa pers harus tetap konsisten bekerja secara profesional dan independen agar kepercayaan publik dapat terjaga.

Diakhir dialog Fakhur Rozi dan Iskandar menyampaikan harapan agar pers tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai jurnalistik, serta mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dalam menyikapi informasi. ( Red. Asyifah )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....