Program Halo RRI Curi Perhatian Publik

  • 13 Okt 2024 22:21 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan : Radio Republik Indonesia (RRI) kembali menghadirkan Program Acara Terbaru yang disiarkan setiap Senin dan Jumat Pukul 09.00-10.00 Waktu Setempat. Program ini dinamai “ Halo RRI “ yang bertujuan untuk memberikan ruang kepada masyarakat luas terkait dengan laporan maupun keluhan publik terkait layanan kebutuhan masyarakat yang nantinya laporan-laporan tersebut akan diterima dan akan ditindaklanjuti bersama Narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Program Halo RRI sudah berlangsung sejak 7 Oktober 2024 disiarkan secara serentak diseluruh satker se-Indonesia. Program ini cukup menyita perhatian masyarakat yang dibuktikan dengan adanya tanggapan oleh masyarakat terkait aduan maupun laporan yang terjadi berdasarkan apa yang masyarakat alami disekitar mereka.

Dalam Program Halo RRI yang disiarkan Pro 1 Medan FM 94.3 Mhz Jumat ( 11/10/2024) langsung mendapat perhatian dari sejumlah masyarakat yang melaporkan aduannya, Salah satunya dari Salsabila warga Krakatau Medan yang mengeluhkan adanya gangguan pemadaman air sejak tanggal 4 Oktober lalu.

Melalui sambungan telepon Pro 1 Medan Salsabila memaparkan bahwa gangguan pemadaman air tersebut sudah berlangsung selama 24 jam .

“ Halo RRI, Selamat pagi, saya salsabila warga Krakatau , saat ini dirumah saya sedang mati air, sudah mati selama 24 jam gak tau kenapa, gada pemberitahuan sama kami, mohon RRI dicari tahu apa permasalahannya, terimakasih.” Terang Salsabila.

Dengan adanya aduan tersebut, Halo RRI langsung menghubungi pihak terkait dalam hal ini Perumda Tirtanadi Provsu yaitu Kabid Produksi Tirtanadi – M. Rally guna menanyakan langsung apa penyebab terjadinya gangguan layanan yang mengakibatkan pemadaman air di wilayah tersebut.

Berdasarkan pemaparan dari Kabid Produksi Tirtanadi – M. Rally bahwa adanya gangguan layanan pemadaman air disebabkan oleh Tirta Lyonnaise turun debit akibat banjir turbidity air baku >3000 NTU mengakibatkan air kecil/mati di lokasi IPAM Limau Manis sehingga aliran air PAM mati di wilayah-wilayah terdampak seperti area Krakatau, Cabang Denai, Cabang Tuasan, Booster Cemara dan sekitarnya.

“pertama sekali kami mohon maaf kepada masyarakat yang wilayahnya terdampak pemadaman air hingga 24 jam, sebelumnya kami sudah informasikan bahwa akan ada gangguan pelayanan ini namun beberapa masyarakat belum seluruhnya mengetahui informasi ini untuk itu kami juga berterimakasih kepada RRI karena melalui RRI masyarakat dapat melapor langsung dengan adanya gangguan pelayanan pemadaman air. Perlu diketahui juga bahwa kami telah berupaya mengatasi hal ini, dan memang sempat berdampak dibeberapa wilayah yang mengalami pemadaman air termasuk di Krakatau, adanya gangguan ini disebabkan oleh pemeliharaan Tirta Lyonnaise turun debit akibat banjir turbidity air baku >3000 NTU mengakibatkan air kecil/mati di lokasi IPAM Limau Manis.” Jelas Rally.

Dengan adanya penjelasan tersebut dari pihak terkait, tentu masyarakat dengan mudah mendapatkan solusi dari permasalahan yang mereka alami melalui Program Halo RRI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....