Menyiapkan Diri Menyambut Lailatul Qadar di Penghujung Ramadan
- 13 Mar 2026 14:33 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Menjelang akhir bulan Ramadan, umat Islam diajak untuk tidak hanya mencari tanda datangnya malam kemuliaan, tetapi juga mempersiapkan diri secara spiritual agar layak meraih keutamaannya.
Dalam program Kajian Mutiara Sore di Pro 4 RRI Medan pada Rabu, 11 Maret 2026, Ustazah Julianti, S.Ag menyampaikan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat mulia, bahkan nilainya lebih baik dari seribu bulan. Namun menurutnya, tidak semua orang yang berada di bulan Ramadan otomatis mendapatkannya.
Ia menjelaskan bahwa kemuliaan malam tersebut bukan sekadar persoalan waktu, melainkan kesiapan iman dan kebersihan hati seseorang.
“Lailatul Qadar bukan hanya dicari oleh kaki yang melangkah ke masjid, tetapi oleh hati yang benar-benar sujud kepada Allah,” ujarnya dalam kajian tersebut.
Dalam ceramahnya, ia juga mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadr yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam kemuliaan, malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Selain memperbanyak ibadah salat malam, membaca Al-Qur’an, dan beriktikaf, ia mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan. Menurutnya, ibadah yang dilakukan tanpa keikhlasan berpotensi tercampur dengan riya atau keinginan untuk dipuji.
“Ikhlas adalah ibadah yang paling berat, karena musuhnya bukan orang lain, tetapi diri kita sendiri,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa taubat menjadi fondasi utama dalam mempersiapkan diri menyambut malam kemuliaan tersebut. Setiap manusia memiliki kesalahan sehingga penting untuk kembali memohon ampun kepada Allah.
Dalam kajian tersebut juga disampaikan bahwa Lailatul Qadar adalah malam penuh kedamaian hingga terbit fajar. Karena itu, umat Islam dianjurkan membersihkan hati dari rasa dendam, kebencian, dan keengganan untuk memaafkan.
Menurutnya, orang yang benar-benar mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar akan mengalami perubahan dalam hidupnya, tidak hanya saat Ramadan tetapi juga setelahnya.
“Allah tidak menilai seberapa lama kita berdiri di malam hari, tetapi seberapa lurus kita berjalan di siang hari,” ujarnya.
Di akhir kajian, ia mengajak umat Islam memanfaatkan sisa Ramadan untuk memperbanyak taubat, memperbaiki hati, dan berharap agar dipertemukan dengan malam kemuliaan tersebut.
“Jangan hanya berharap bertemu malam kemuliaan, tetapi jadilah manusia yang layak dimuliakan,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....