Puasa dan Pembangunan Masyarakat Jadi Tema Syiar Ramadan Kemenag Palas

  • 03 Mar 2026 23:27 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Lawas melaksanakan kegiatan Syiar Ramadan 1447 H pada hari ke-13 Ramadan di Aula Astaka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Lawas yang diikuti seluruh pegawai, Selasa 3 Maret 2026.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Lawas, Kasman yang didampingi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, para Kepala Seksi, para Penyelenggara, serta seluruh pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Lawas.

Syiar Ramadan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan spiritual dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi para aparatur di lingkungan Kementerian Agama selama bulan suci Ramadan. Kegiatan Syiar Ramadan 1447 H tersebut diisi dengan tausiyah keagamaan serta tadarus Al-Qur’an yang diikuti secara khidmat oleh seluruh peserta.

Pada kesempatan itu, tausiyah disampaikan oleh Ali Asmar Hasibuan, yang merupakan Penyuluh Agama Islam KUA Sosopan.

Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema “Puasa dan Pembangunan Masyarakat.” Dalam pemaparannya, Ali Asmar Hasibuan menekankan pentingnya kolaborasi berbagai unsur dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berakhlak.

“Dalam pembangunan masyarakat ada tiga unsur penting yang harus saling bekerja sama, yaitu pemerintah, tokoh adat, dan tokoh agama. Tidak bisa hanya pemerintah saja, tidak bisa hanya tokoh agama saja. Semua harus berkolaborasi untuk membangun masyarakat yang lebih baik,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa setiap pihak harus mampu mengidentifikasi berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat sekaligus meminimalkan kemungkinan konsekuensi yang dapat timbul dari permasalahan tersebut.

Menurutnya, kemampuan membaca situasi sosial dan memahami akar persoalan menjadi langkah awal yang sangat penting dalam upaya membangun masyarakat yang lebih baik.

“Kita harus mampu mengindikasi berbagai masalah yang ada di tengah masyarakat serta memperkecil kemungkinan konsekuensi yang bisa muncul dari masalah tersebut,” ujarnya.

Dengan demikian, setiap unsur baik pemerintah, tokoh adat maupun tokoh agama diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam mencari solusi dan mencegah munculnya dampak yang lebih besar di tengah kehidupan masyarakat.

Lebih lanjut, Ali Asmar Hasibuan menyoroti tantangan pembelajaran agama pada generasi muda, khususnya Generasi Z, yang lahir dan tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.

“Pembelajaran agama pada generasi Z menghadapi tantangan yang cukup besar, karena mereka lahir di era teknologi digital dan media sosial yang berkembang sangat pesat. Hal ini membuat mereka sangat dipengaruhi oleh komunikasi digital sehingga sering kali sulit menerima nasihat secara langsung.

Oleh karena itu, diperlukan moderasi beragama dan keseimbangan dalam kehidupan, baik di dalam keluarga maupun di tengah masyarakat, agar generasi muda tetap memiliki pegangan nilai dan moral yang kuat” katanya.

Kegiatan Syiar Ramadan 1447 H di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Lawas berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan kebersamaan. Setelah tausiyah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an yang diikuti oleh seluruh peserta.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk harapan agar seluruh pegawai senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan iman, serta keberkahan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan Syiar Ramadan ini, diharapkan nilai-nilai keislaman, kebersamaan, serta semangat kolaborasi dapat semakin tertanam kuat di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Lawas dalam upaya membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....