MIN 9 Langkat Gelar Pesantren Kilat Ramadan 1447 H

  • 02 Mar 2026 18:28 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Langkat melaksanakan Pesantren Kilat Ramadan 1447 H dengan penuh khidmat. Kegiatan religius ini berlangsung selama satu hari penuh untuk mengisi momentum bulan suci dengan hal positif.

Agenda dimulai, Senin 2 Maret 2026 tepat pada pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 13.30 WIB. Peserta yang mengikuti kegiatan pesantren kilat ini berasal dari jenjang kelas akhir madrasah. Terdata siswa-siswi dari kelas 6A, 6B, dan 6C hadir memenuhi ruangan dengan antusiasme yang tinggi.

Mereka tampak mengenakan pakaian muslim yang rapi sebagai simbol kesiapan mengikuti pembinaan mental spiritual. Kehadiran para siswa kelas enam ini diharapkan menjadi bekal penting sebelum mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Suasana ruang kelas berubah menjadi lebih religius dengan lantunan doa dan salawat dari para peserta.

Acara dibuka oleh Kepala MIN 9 Langkat, Sopian. Ia menekankan pentingnya karakter religius bagi setiap siswa di era modern ini. Kegiatan singkat ini juga diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi perilaku harian para murid.

Pada kesempatan itu, Sopian menyampaikan materi krusial mengenai "Etika Pemimpin Masa Depan yang Religius". Ia memaparkan aat ini teknologi berkembang sangat pesat dan memudahkan manusia mengakses segala hal.

"Penggunaan internet memungkinkan siapa saja mendapatkan informasi positif maupun negatif dalam hitungan detik yang sangat cepat. Oleh karena itu, siswa harus bijak dalam menyaring setiap informasi . Kemampuan memilah konten digital menjadi syarat mutlak agar moralitas siswa tetap terjaga dari pengaruh buruk," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan generasi muda saat ini adalah calon pengganti pemimpin bangsa di masa depan. Pemimpin yang diharapkan bukan hanya sekadar cerdas secara intelektual, namun juga harus memiliki wujud religius yang kuat. Ia mengingatkan salah satu penghancur moral utama bagi generasi muda adalah penyalahgunaan teknologi yang tidak terkendali.

"Siswa-siswi MIN 9 Langkat harus memahami dunia digital dengan benar, agar tidak tergilas oleh arus zaman. Belajar dengan tekun dan tidak menyia-nyiakan waktu menjadi kunci keberhasilan bagi mereka yang ingin meraih kesuksesan," ucapnya.

Sopian juga menyebutkan bahwa menjadi pemimpin menuntut kepribadian yang menarik serta kebersihan diri. Kebersihan yang dimaksud mencakup kebersihan lahiriah maupun lingkungan tempat tinggal yang harus selalu dijaga dengan baik.

Ia memberikan nasihat agar para siswa selalu mau mendengarkan bimbingan dan penyampaian dari guru-guru mereka. Jika seorang siswa enggan mendengar nasihat kebaikan, maka mereka akan mengalami kerugian besar di masa yang akan datang.

"Pemimpin sejati adalah sosok yang selalu taat kepada ajaran agama, dan menjadikannya sebagai landasan bertindak," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....