Korpri Kota Binjai Ajak Perkuat Etos Kerja dan Spiritualitas ASN

  • 27 Feb 2026 13:44 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID - Medan - Dewan Pengurus Korpri Kota Binjai menggelar kegiatan Tausiyah Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M di Pendopo Umar Baki Kota Binjai, Jumat, 27 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Binjai.

Asisten Administrasi Umum sekaligus Ketua Umum DP. Korpri Kota Binjai Eka Edi Saputra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DP Korpri Kota Binjai atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kegiatan tausyah yang kita laksanakan pada hari ini merupakan bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Binjai. Pembinaan rohani seperti ini sangat penting untuk membentuk aparatur yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual,” ujarnya.

Eja menegaskan, Ramadan memiliki makna mendalam bagi ASN dan anggota Korpri, bukan hanya sebagai momentum peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai sarana introspeksi dan evaluasi dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

“Saya mengajak seluruh keluarga besar Korpri Kota Binjai untuk menjadikan Ramadan tahun ini sebagai titik tolak penguatan etos kerja dan kualitas pelayanan publik. Jadikan setiap tugas yang kita emban sebagai bagian dari ibadah.

Laksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, serta komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Binjai,” ucapnya.

Sementara itu Ustad. Prof. Dr. M. Syukri Albani Nasution dalah Tausyiah Ramadan menyampaikan pesan-pesan spiritual tentang makna kehidupan, rezeki, dan takdir.

Ustad Syukri Albani mengingatkan pentingnya rasa takut kepada Allah serta menjaga nama baik dalam kehidupan.

"Manusia harus punya rasa takut. Hidup ini tergantung pada kita membuat namanya. Kalau kita buat buruk, buruk juga hidup yang akan kita jalani,” ucapnya.

Syukri Albani juga menyinggung kelemahan manusia yang cenderung tidak percaya pada sesuatu yang belum pernah dialami. Selain itu, ia mengajak jemaah untuk memahami makna rezeki secara lebih mendalam.

“Rezeki itu apa yang kita manfaatkan dari harta yang kita miliki. Tidak semua yang kita miliki bisa kita manfaatkan. Fokuslah pada rezeki kita masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut ia menekankan pentingnya menerima ketentuan Allah dengan penuh syukur. “Apa yang kita mau belum tentu Allah mau. Apa yang Allah mau, kita harus mau. Maka yang harus kita terapkan adalah menerima semua yang Allah mau, yaitu dengan bersyukur atas apa pun yang Allah beri kepada kita,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....