Siswa MIN 9 Langkat Hiasi Ramadan dengan Seni Kaligrafi

  • 25 Feb 2026 00:01 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Siswa Kelas V-B MIN 9 Langkat mengisi kegiatan kelas Ramadan dengan membuat karya seni kaligrafi yang indah, Selasa 24 Februari 2026. Kegiatan menarik ini sengaja dipilih sebagai variasi pembelajaran yang menyenangkan bagi seluruh peserta didik.

Program ini dilaksanakan secara khusus sebagai pengganti mata pelajaran umum selama bulan suci berlangsung. Keputusan tersebut diambil agar siswa dapat lebih fokus mendalami nilai-nilai keislaman melalui jalur seni. Suasana kelas pun berubah menjadi lebih tenang namun tetap penuh dengan semangat kreativitas.

Kaligrafi adalah seni menulis indah yang mengutamakan keanggunan bentuk huruf-huruf Arab sebagai objek utamanya. Secara etimologi, seni ini menggabungkan unsur estetika visual dengan kedalaman makna spiritual dari setiap goresannya.

Di dunia Islam, kaligrafi dianggap sebagai bentuk ekspresi tertinggi untuk memuliakan ayat-ayat suci Al-Quran. Teknik penulisannya membutuhkan ketelitian tinggi agar setiap lengkungan huruf memiliki proporsi yang benar dan seimbang. Para siswa pun diajak untuk mengenal sejarah singkat mengenai warisan seni budaya Islam yang sangat berharga ini.

Wali Kelas V-B, Fachrul Rozie, memberikan kesempatan luas kepada siswa untuk berekspresi dalam menulis huruf Arab. Beliau membebaskan para siswa untuk memilih objek tulisan seperti lafaz Allah, Muhammad, maupun deretan Asmaul Husna.

Menurut Fachrul Rozie, beberapa siswa juga tampak mencoba menggoreskan ayat-ayat dari surah pendek yang terdapat di dalam Al-Quran. Kebebasan ini bertujuan agar setiap siswa dapat mengeksplorasi kemampuan seni mereka tanpa merasa terbebani aturan yang kaku. Fachrul Rozie terus mendampingi setiap meja untuk memberikan bimbingan teknik dasar penulisan yang rapi.

Para siswa tampak sangat bersemangat dengan menggenggam pensil serta berbagai alat mewarnai atau kelir di meja mereka. Mereka mulai membuat sketsa tipis dengan sangat hati-hati agar tidak terjadi kesalahan pada bentuk hurufnya," ucapnya.

Warna-warni dari krayon dan pensil warna kemudian dipadukan secara artistik untuk mempercantik tampilan latar belakang tulisan. Konsentrasi yang tinggi terlihat jelas dari raut wajah anak-anak yang sedang asyik dengan dunia imajinasinya sendiri. Sesekali mereka saling berbagi alat mewarnai dengan teman sebangku sebagai wujud kebersamaan di bulan puasa," kata Fachrul Rozie.

Kepala MIN 9 Langkat, Sopian, memberikan perhatian penuh terhadap jalannya kegiatan edukatif ini. Beliau berpesan agar selama di bulan Ramadan 1447 H ini, para siswa terus menjaga semangat belajarnya. Menurut beliau, madrasah harus mampu menciptakan suasana yang mendukung penguatan karakter religius peserta didik sejak dini.

Sopian menekankan bahwa kreativitas adalah bagian penting dalam mendukung pemahaman keagamaan yang lebih luas dan moderat. Pesan-pesan inspiratif tersebut disampaikan beliau saat melakukan kunjungan singkat ke ruang-ruang kelas.

Pihak sekolah mendorong agar para siswa bisa melakukan inovasi pembelajaran yang bermacam-macam agar tidak cepat merasa bosan. Inovasi seperti ini dianggap efektif untuk menyegarkan pikiran siswa di tengah kewajiban menjalankan ibadah puasa sehari penuh. Dengan mengganti pelajaran umum sementara waktu, beban kognitif siswa dialihkan ke kegiatan psikomotorik yang lebih rileks.

Pembelajaran yang bervariasi terbukti mampu meningkatkan kehadiran dan partisipasi aktif siswa di dalam ruang kelas. Kepala Madrasah berkomitmen untuk terus mendukung program-program kreatif yang digagas oleh para dewan guru.

Setelah karya kaligrafi siswa selesai dikerjakan seluruhnya, maka tahapan selanjutnya yang dilakukan adalah proses penilaian objektif. Fachrul Rozie mengumpulkan satu per satu lembar karya siswa untuk diperiksa aspek keindahan serta kebenaran penulisannya.

Beliau memberikan apresiasi berupa nilai dan catatan motivasi pada setiap hasil karya yang telah dikumpulkan tersebut. Penilaian ini bukan bertujuan mencari siapa yang terbaik, melainkan untuk menghargai usaha keras setiap individu.

Dampak positif dari kegiatan ini adalah munculnya minat baru yang sangat bermanfaat bagi perkembangan hobi para siswa. Dengan adanya pembelajaran seperti ini, pihak sekolah yakin akan memberikan hobi baru pada siswa dalam bidang seni rupa islami. "Banyak siswa yang baru menyadari bahwa mereka memiliki bakat terpendam dalam menggoreskan tinta dan memadukan warna. Hobi semacam ini sangat baik untuk mengisi waktu luang di rumah sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba," ucap Sopian.

Ia menambahkan, keterampilan menulis indah ini diharapkan dapat terus diasah secara mandiri oleh para siswa di luar jam sekolah. Kegiatan mewarnai kaligrafi ini ditutup dengan perasaan bahagia dan rasa bangga dari seluruh peserta didik kelas V-B. Mereka pulang membawa pengalaman belajar yang berbeda dan jauh lebih berkesan dibandingkan hari-hari biasanya.

Harapannya, kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus dikembangkan dengan tema-tema yang lebih menantang. MIN 9 Langkat sekali lagi membuktikan bahwa madrasah mampu menjadi tempat belajar yang asyik, kreatif, dan tetap islami. Semoga semangat berkarya di bulan Ramadan 1447 H ini membawa keberkahan bagi seluruh warga madrasah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....