Raih Takwa di Bulan Ramadan dengan Iman dan Keikhlasan

  • 20 Feb 2026 10:04 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi momentum membentuk pribadi bertakwa. Hal ini disampaikan Ustaz Hendra Zulfran dalam program Inspirasi Qolbu pro 2 Medan, Jumat, 20 Februari 2026 terkait meraih takwa di bulan Ramadan.

Menurut Ustaz Hendra, tujuan utama puasa telah ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an, yakni agar umat Islam menjadi pribadi yang bertakwa.

“Di dalam perintah puasa itu jelas disebutkan la’allakum tattaqun, agar kamu menjadi orang yang bertakwa. Jadi ending dari puasa itu adalah takwa,” ujar Hendra.

Ia menegaskan, puasa tidak akan mengantarkan seseorang kepada derajat takwa jika tidak dilandasi iman dan keikhlasan. Mengutip hadis Rasulullah SAW, ia menjelaskan bahwa Allah menjanjikan ampunan bagi mereka yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap ridha-Nya.

“Rasulullah telah bersabda barang siapa berpuasa di bulan Ramadan dengan iman dan keikhlasan, maka Allah ampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” kata Hendra.

Hendra juga menekankan bahwa puasa adalah ibadah yang sangat erat dengan kejujuran. Sebab, hanya diri sendiri dan Allah SWT yang mengetahui apakah seseorang benar-benar berpuasa atau tidak.

“Puasa itu ibadah yang penuh kejujuran. Orang lain tidak tahu kita puasa atau tidak. Bisa saja seseorang berpura-pura lemas di luar, padahal di rumah makan dan minum. Karena itu, kejujuran menjadi kunci,” ucap Hendra.

Selain ibadah di siang hari, ia mengingatkan pentingnya menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ibadah. Ia kembali mengutip sabda Rasulullah tentang keutamaan qiyamul Ramadan.

“Rasulullah juga bersabda barang siapa menegakkan malam-malam Ramadan dengan iman dan keikhlasan, Allah ampuni dosa-dosanya,” ujar Hendra.

Ustaz Hendra menyebut ibadah malam yang dimaksud dalam hadis Rasullah antara lain salat tarawih, witir, zikir, membaca Al-Qur’an, hingga i’tikaf terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

“Siangnya kita menahan diri dari hawa nafsu, malamnya kita mendekatkan diri kepada Allah. Jika itu dilakukan dengan sungguh-sungguh, insya Allah kita naik derajat dari sekadar orang beriman menjadi orang bertakwa,” ucap Hendra.

Hendra mengingatkan agar umat Islam tidak menjalankan puasa hanya sebagai rutinitas fisik tanpa menjaga sikap dan perilaku. Ia mengutip peringatan Rasulullah bahwa banyak orang berpuasa tetapi hanya mendapatkan lapar dan haus.

“Betapa banyak orang berpuasa, tapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan haus. Itu karena tidak menjaga lisan, perbuatan, dan hatinya,” kata Hendra.

Ia berharap Ramadan menjadi momentum peningkatan kualitas diri, bukan sekadar kewajiban tahunan.

“Kalau kita laksanakan dengan iman, ikhlas, dan jujur, maka Allah bukan hanya mengampuni dosa, tetapi mengangkat derajat kita menjadi orang bertakwa dan orang yang bersyukur,” ucap Hendra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....