Ramadan Momentum “Pembakar” Dosa, Bukan Sekadar Tahan Lapar
- 15 Feb 2026 21:14 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Bulan suci Ramadan dimaknai sebagai momentum untuk “membakar” dosa-dosa masa lalu, bukan sekadar menahan lapar dan haus. Hal itu disampaikan Ustaz Izhar Syafawi dalam acara Religius Time Islam di Pro 2 RRI Medan pada Jumat, 13 Februari 2026.
Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa secara bahasa, Ramadan berasal dari kata ramadha yang berarti panas atau membakar. Makna tersebut, kata dia, menggambarkan bagaimana bulan suci menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah lalu.
Menurutnya, makna “membakar” itu tidak terjadi secara otomatis. Ramadan hanya akan menjadi pembakar dosa apabila dijalani dengan kesungguhan iman dan peningkatan kualitas ibadah.
“Kalau hanya sekadar menahan makan dan minum, tetapi lisan masih menyakiti, hati masih iri dan dengki, maka esensi Ramadan belum tercapai,” ujarnya.
Ia menekankan puasa sejati mencakup pengendalian seluruh anggota tubuh, mulai dari mata, telinga, lisan, hingga pikiran. Ramadan, lanjutnya, adalah momentum latihan pengendalian diri yang paling sempurna dalam ajaran Islam.
Lebih jauh, ia mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai titik transformasi spiritual. Bukan hanya menahan diri di siang hari, tetapi juga memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, serta mempererat hubungan dengan sesama.
Menurut Ustad Izhar, Ramadan seharusnya menjadi bulan perubahan, di mana seseorang keluar dari bulan suci dalam keadaan lebih bersih dan lebih dekat kepada Allah SWT.
“Jangan sampai kita melewati Ramadan tanpa perubahan. Jika dijalani dengan sungguh-sungguh, Ramadan benar-benar menjadi pembakar dosa dan pengangkat derajat,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....