Kuliner Legendaris Indonesia dengan Sejarah yang Jarang Diketahui

  • 30 Jul 2026 21:33 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID – Di balik cita rasa khas yang masih dinikmati hingga kini, sejumlah kuliner tradisional Indonesia ternyata menyimpan sejarah yang menarik. Tak hanya menjadi bagian dari kekayaan gastronomi Nusantara, makanan seperti pempek, rawon, dan gudeg juga lahir dari perjalanan budaya, kerajaan, hingga akulturasi dengan bangsa lain yang terjadi ratusan tahun lalu.

Dikutip dari Kumparan, setiap hidangan memiliki kisah yang berbeda. Ada yang terinspirasi dari perantau Tionghoa, ada pula yang pernah menjadi santapan kalangan bangsawan. Cerita-cerita tersebut menjadi bukti bahwa kuliner Indonesia bukan sekadar soal rasa, tetapi juga bagian dari warisan sejarah yang terus bertahan hingga sekarang.

  1. Pempek, Berawal dari Akulturasi Budaya di Palembang

Pempek dikenal sebagai salah satu kuliner khas Sumatera Selatan yang paling populer. Makanan berbahan dasar ikan dan tepung sagu ini diyakini mulai berkembang sejak kedatangan perantau Tionghoa di Palembang pada sekitar abad ke-16, ketika Kesultanan Palembang Darussalam masih berjaya. Awalnya, makanan ini disebut kelesan. Seiring waktu, masyarakat lebih sering memanggil penjualnya dengan sebutan apek atau empek, yang dalam budaya Tionghoa berarti paman. Dari kebiasaan itulah nama pempek kemudian dikenal luas dan bertahan hingga menjadi identitas kuliner Palembang saat ini.

  1. Rawon, Hidangan Bangsawan yang Kini Dinikmati Semua Kalangan

Kuah hitam pekat dari kluwek membuat rawon mudah dikenali di antara kuliner Nusantara lainnya. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa hidangan khas Jawa Timur ini dipercaya telah ada sejak masa Kesultanan Mataram pada abad ke-17. Rawon konon menjadi salah satu makanan favorit Sultan Agung dan hanya dapat dinikmati oleh kalangan bangsawan karena bahan bakunya tergolong mahal pada masa itu. Nama rawon sendiri diyakini berasal dari bahasa Jawa, yaitu rawa yang berarti air dan on yang berarti hitam, sesuai dengan warna kuahnya yang menjadi ciri khas hingga sekarang.

  1. Gudeg, Warisan Kuliner yang Lahir dari Tanah Mataram

Gudeg telah lama menjadi simbol kuliner Yogyakarta. Olahan nangka muda yang dimasak bersama santan dan aneka rempah ini dipercaya sudah dikenal sejak era Kerajaan Mataram. Proses memasaknya yang membutuhkan waktu berjam-jam menghasilkan cita rasa manis yang khas dan sulit ditemukan pada makanan lain. Hingga kini, gudeg tetap menjadi salah satu kuliner legendaris yang selalu dicari wisatawan ketika berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pempek, rawon, dan gudeg membuktikan bahwa setiap makanan tradisional memiliki cerita yang tak kalah menarik dibandingkan cita rasanya. Dari pengaruh budaya asing, perjalanan kerajaan, hingga tradisi masyarakat lokal, semuanya berpadu membentuk identitas kuliner Indonesia yang kaya dan beragam. Di tengah menjamurnya makanan modern, mengenal sejarah kuliner Nusantara menjadi salah satu cara untuk menghargai sekaligus melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan lintas generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....