Kuliner Tradisional Tiwul, Menu Favorit Masyarakat di Era Modern

  • 29 Mei 2026 10:55 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID,MEDAN- Kuliner tradisional "tiwul" masih menjadi favorit masyarakat di tengah maraknya makanan modern. Hal itu terlihat dari usaha tiwul milik Ani, yang setiap harinya ramai pembeli. Dengan cita rasa khas dan penyajian sederhana, tiwul buatan Ani mampu menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari orang tua hingga anak muda.

Tiwul merupakan makanan yang diproduksi dari berbagai olahan campuran, mulai dari tepung gaplek, gula. Produksinya pun sederhana karena hanya melalui proses pengkukusan, dan terkadang dikonsumsi dengan campuran kelapa parut yang telah diberi garam.

Ani yang merupakan warga Jalan Panglima Denai Medan, mengatakan dirinya sudah berjualan tiwul sejak puluhan tahun lalu untuk menjaga warisan kuliner tradisional agar tidak hilang ditelan zaman. Ia membuat tiwul secara tradisional dengan tambahan kelapa parut dan gula merah agar rasanya lebih nikmat.

“Banyak pelanggan yang suka karena rasanya khas dan mengingatkan pada makanan kampung halaman,saya sudah dua puluh lima tahun berjualan ini dan turun temurun ,” ujar Ani kepada rri.co.id, pada Jumat 29 Mei 2026..

Setiap pagi, Ani menyiapkan puluhan bungkus tiwul yang dijual dengan harga terjangkau. Tiwul yang dibungkus daun pisang ini harganya juga terjangkau, tiga ribu rupiah per bungkusnya.

Tidak hanya kue tradisional tiwul, Ani juga menjual kuliner tradisional lainnya yaitu Gatot. Setiap hari Ani keliling dengan berjalan kaki untuk menawarkan tiwul kue tradisional buatannya.

Pelanggan setia tiwul buatan Ani, Tuti mengatakan tiwul Ani memiliki rasa gurih dan manis yang pas. Teksturnya lembut serta aroma singkong yang khas membuat makanan ini cocok disantap saat sarapan maupun camilan sore hari.

"Saya sudah sejak lama jadi pelanggan setia Ani, rasanya enak gulanya pas harganya juga murah," ucapnya.

Keberadaan usaha kuliner tradisional seperti milik Ani dinilai penting untuk melestarikan makanan khas nusantara agar tetap dikenal generasi muda. Selain menjadi sumber penghasilan, usaha tersebut juga membantu menjaga budaya kuliner tradisional Indonesia tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....