IHSG, Rupiah, dan Emas Kompak Melemah

  • 30 Jun 2026 15:12 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menyebut data manufaktur China menjadi data penting yang menjadi penggerak utama pasar keuangan di Asia pada perdagangan hari ini. Data manufacturing PMI China (PMI) berada di level 50.3, atau tengah mengalami ekspansi.

"Data PMI tersebut menjadi sentimen positif bagi pasar saham di Asia, dimana mayoritas bursa saham di Asia ditransaksikan menguat pada perdagangan pagi ini," ujar Gunawan, Selasa, 30 Juni 2026.

Selain data PMI China, tidak ada agenda ekonomi lainnya yang berpengaruh besar terhadap kinerja pasar keuangan Asia. Sementara itu, sejumlah indikator keuangan AS pada perdagangan hari ini memberikan kesempatan bagi pasar keuangan tanah air untuk menguat.

"Kinerja USD Index pada sesi perdagangan pagi ini cederung turun, yang membuka peluang Rupiah untuk menguat terhadap US Dolar," kata Gunawan.

Kebanyakan bursa saham di Asia pada perdagangan pagi ini ditransaksikan mixed dengan kecenderungan menguat. IHSG pada sesi pembukaan perdagangan dibuka justru melemah di level 5.801.

"Pelaku pasar keuangan di tanah air masih menanti keputusan S&P terkait peringkat hutang Indonesia yang akan tersaji dalam waktu dekat," ucap Gunawan.

Gunawan mengatakan, mata uang Rupiah pada perdagangan pagi ini ditransaksikan melemah ke level 17.850. Untuk IHSG diproyeksikan akan diperdagangkan dalam rentang 5.750 hingga 5.835, sementara Rupiah berpeluang bergerak dalam rentang 17.800 hingga 17.870.

Terpisah harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level $3.968 per ons troy atau sekitar 2.3 juta per gram.

"Harga emas tertekan oleh pembicaraan lanjutan antara Iran dengan AS yang berpeluang mendorong pelemahan laju tekanan inflasi," ucap Gunawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....