Kolaborasi Lintas Sektor Menurunkan Stunting di Masyarakat

  • 18 Sep 2026 13:20 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Talkshow di Programa 1 LPP RRI Medan FM 94,3 MHz. Selasa ( 15/9/2026 ) siang menghadirkan tiga orang narasumber ahli diantaranya R. Kintoko Rachadi (Ketua Program Studi S2/S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM USU), Rabiatun Adawiyah (Katim Peran Serta Masyarakat & Isu Lapangan BKKBN Sumut), dan Hamid Rijal Lubis (Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara) untuk membahas penanganan masalah stunting di Sumatera Utara. Para narasumber menyampaikan pandangan strategis mereka secara bergantian selama sesi acara berlangsung.

“ Akar penyebab masalah stunting dari sudut pandang akademis. Beliau menegaskan pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada anak sejak masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pihak akademisi terus melakukan berbagai penelitian ilmiah untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting di daerah, “ ungkap Kintoko.

Sedangkan Rabiatun Adawiyah, memaparkan berbagai program pemberdayaan masyarakat di tingkat lapangan. BKKBN Sumut mengedukasi para calon pengantin serta keluarga balita secara intensif di posyandu. Pihaknya menggerakkan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) untuk memantau kesehatan ibu dan anak secara berkala.

“ Peran fasilitas kesehatan dalam menyediakan layanan gizi bagi masyarakat. Dinas Kesehatan Sumut menyalurkan bantuan makanan tambahan dan vitamin kepada balita yang terindikasi mengalami tengkes. Pihaknya juga memperkuat koordinasi dengan puskesmas daerah demi mengoptimalkan intervensi gizi spesifik, ujar Hamid.

Ketiga narasumber menyepakati pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan tantangan stunting di masyarakat. Sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas lokal dapat mempercepat pencapaian target penurunan stunting. Setiap lembaga perlu menjalankan tugas dan fungsinya secara terintegrasi demi menciptakan dampak yang nyata.

Diakhir Talkshow narasumber memberikan kesimpulan optimis bahwa kerja sama yang solid ini akan mewujudkan generasi penerus bangsa yang unggul di masa depan. Masyarakat diharapkan aktif berkontribusi dalam menjaga pola hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga. Pihak penyelenggara menutup sesi diskusi dengan ajakan bersama untuk terus mengawal kesehatan anak Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....