BPOM Libatkan IAI Perkuat Regulasi Kefarmasian

  • 07 Agt 2026 03:31 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memperkuat sinergi dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dalam penyusunan regulasi dan pengembangan sektor kefarmasian. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, saat diwawancarai media usai menghadiri pembukaan Kongres dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2026 di , Medan, pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Taruna mengatakan organisasi profesi memiliki posisi strategis dalam sistem kesehatan nasional. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, apoteker berperan mulai dari pengelolaan bahan baku, pengembangan produk, hingga pelayanan kefarmasian kepada masyarakat.

"Dalam membuat peraturan atau regulasi, saya berjanji akan melibatkan teman-teman Ikatan Apoteker Indonesia. Sinergi BPOM dengan IAI harus semakin diperkuat," ujarnya.

Selain penyusunan regulasi, Taruna menilai kolaborasi juga perlu diperluas dalam riset dan pengembangan obat baru. Menurutnya, keterlibatan akademisi dan praktisi yang tergabung dalam IAI akan memperkuat upaya mewujudkan kemandirian industri farmasi nasional.

Ketua Umum Pengurus Pusat IAI, Lilik Yusuf Indrajaya, menyambut baik komitmen tersebut. Ia mengatakan organisasi profesi siap memberikan kajian akademik maupun masukan dari para praktisi sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan kefarmasian.

"Peraturan bukan sesuatu yang sakral. Selama kami memberikan kajian, masukan, dan alasan yang tepat, itu tentu akan menjadi masukan yang baik bagi pemerintah," katanya.

Menurut Lilik, IAI akan terus memperkuat kolaborasi dengan BPOM maupun pemerintah daerah agar kebijakan di bidang kefarmasian semakin berpihak pada peningkatan pelayanan kesehatan. Ia menilai sinergi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci untuk membangun sistem kefarmasian Indonesia yang lebih maju, adaptif, dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....