Paparan Asap Berulang Tak Langsung Picu Kanker, tapi Risikonya Bisa Meningkat

  • 31 Agt 2026 18:35 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Kabut asap akibat kebakaran hutan tidak selalu langsung menimbulkan penyakit serius. Namun, paparan yang terjadi berulang kali dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk kanker paru.

Dokter Spesialis Paru, dr. R.A. Henny Anggriani, M.Ked(Paru), Sp.P., menjelaskan kanker paru merupakan penyakit yang memiliki banyak faktor penyebab. Karena itu, satu kali menghirup asap kebakaran tidak dapat langsung dikaitkan dengan munculnya kanker paru.

“Jadi memang kanker paru itu harus ada pajanan berulang, kemudian dalam jangka waktu yang lama,” ujar dr. Henny.

Menurutnya, risiko dapat semakin meningkat ketika seseorang berulang kali terpapar asap kebakaran sekaligus memiliki paparan dari sumber lain, seperti asap rokok maupun asap kendaraan. Ia menegaskan, dampaknya bukan berarti kanker langsung muncul dalam hitungan bulan, tetapi risiko dapat bertambah seiring akumulasi paparan.

“Bukan mengenai nanti sekali hirup langsung kena paru kanker, enggak, tidak sesimpel itu. Tapi tetap harus dihindari,” ucapnya.

dr. Henny juga mengatakan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kebakaran hutan diimbau mengurangi paparan asap sebanyak mungkin. Evakuasi, penggunaan alat pelindung diri yang sesuai, serta membatasi aktivitas di luar rumah menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan paru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....