Germas Harus Jadi Budaya, Sekdako Tebing Tinggi: Harus Dimulai dari ASN

  • 27 Mei 2026 19:40 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tebing Tinggi — Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak menjadikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) hanya sebagai slogan semata. Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Germas Tahun 2026 di Aula Bappeda Kota Tebing Tinggi, Senin 25 Mei 2026.

Erwin menekankan pentingnya kedisiplinan aparatur pemerintah, serta komitmen seluruh OPD dalam mendukung pelaksanaan Germas secara nyata dan berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah harus menjadi contoh dalam menerapkan pola hidup sehat di lingkungan kerja maupun masyarakat.

“Gerakan masyarakat hidup sehat ini harus dimulai dari aparatur pemerintah sendiri. Jangan hanya teori, tetapi harus ada aksi nyata. Kita ingin ASN sehat, aktif, disiplin, dan produktif,” ujarnya.

Erwin juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga memperkuat pelaksanaan kegiatan car free day setiap pekan, dengan melibatkan seluruh OPD secara bergiliran. Selain itu, pembangunan sarana olahraga juga didorong melalui APBD maupun dukungan CSR perusahaan.

Dalam kesempatan tersebut, Erwin turut menyoroti meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti stroke, hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung di Kota Tebing Tinggi. Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi minimnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk berolahraga.

“Kalau kita sehat, maka produktivitas meningkat. Jangan sampai setelah pensiun baru sakit-sakitan. Germas ini harus menjadi budaya hidup sehari-hari,” katanya.

Selain sektor kesehatan, Erwin meminta seluruh OPD berperan aktif sesuai tugas dan fungsi masing-masing dalam mendukung lingkungan sehat dan aktivitas fisik masyarakat. Dukungan tersebut mencakup sanitasi, kebersihan lingkungan, hingga penguatan fasilitas publik yang mendukung pola hidup sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi, Fitri Sari Saragih, menyampaikan Kota Tebing Tinggi masih menghadapi tantangan kesehatan yang cukup kompleks. Berdasarkan data kesehatan tahun 2025, penyakit seperti stroke, diabetes, hipertensi, ISPA, DBD, hingga tuberkulosis masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

“Permasalahan ini dipengaruhi gaya hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, rendahnya konsumsi buah dan sayur, serta tingginya paparan asap rokok,” ujarnya.

Selain itu, capaian Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan di Kota Tebing Tinggi baru mencapai 37 persen atau 13 kelurahan. Angka stunting juga masih berada di kisaran 17 persen sehingga perlu penanganan lintas sektor secara berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kota Tebing Tinggi berharap seluruh OPD dapat memperkuat sinergi dan memasukkan program Germas ke dalam dokumen perencanaan daerah. Langkah itu diharapkan mampu mewujudkan Kota Tebing Tinggi yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....