Waspadai Burnout, Kenali Gejala di Setiap Tingkatannya

  • 30 Jul 2026 21:25 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Burnout tidak selalu muncul dalam kondisi yang sama pada setiap orang. Ada yang hanya merasa lelah setelah bekerja, tetapi ada pula yang mengalami kehilangan motivasi hingga membutuhkan bantuan profesional. Dokter dr. Ramlan Zuhair Pulungan, CHt, CT.NNLP, menjelaskan burnout memiliki beberapa tingkatan yang perlu dikenali sejak dini agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Menurutnya, tingkat pertama adalah burnout ringan yang ditandai dengan rasa lelah di akhir aktivitas, semangat yang mulai menurun, dan kesulitan berkonsentrasi. Kondisi ini umumnya masih dapat diatasi dengan istirahat yang cukup, olahraga, serta pengelolaan stres yang baik. Namun, pada tingkat sedang, seseorang mulai merasakan kelelahan setiap hari, bangun tidur tanpa energi, hingga produktivitas yang menurun.

"Kalau ringan itu biasanya dia mudah lelah di akhir kerja atau semangatnya sudah mulai menurun. Tapi pada burnout yang sedang, lelahnya dirasakan setiap hari, bangun tidur pun tidak berenergi sehingga produktivitasnya menurun," Kata dr. Ramlan.

dr. Ramlan menjelaskan, burnout berat dapat ditandai dengan hilangnya motivasi, gangguan tidur, hingga munculnya konflik dengan orang lain. Pada kondisi ini, seseorang dianjurkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater agar mendapatkan penanganan yang tepat. Bahkan, dalam kondisi sangat berat, penanganan darurat dapat diperlukan untuk mencegah risiko yang lebih besar.

"Burnout sangat berat harus segera mendapatkan penanganan profesional. Tidak cukup hanya ke dokter saja, tetapi bisa jadi harus segera ke IGD apabila sudah muncul kondisi yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain," katanya.

Selain penanganan medis, dr. Ramlan menyebut terapi seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT), olahraga, konseling, hingga hipnoterapi dapat menjadi pendamping untuk membantu seseorang mengelola stres, memperbaiki kualitas tidur, dan meningkatkan relaksasi. Namun, ia menegaskan setiap orang memiliki kebutuhan penanganan yang berbeda sesuai dengan penyebab dan tingkat burnout yang dialami.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi diri sendiri. Menurutnya, mengenali tanda-tanda burnout sejak awal merupakan langkah penting agar kelelahan yang dialami tidak berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang lebih serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....