Dokter Ungkap Orang Perfeksionis Lebih Rentan Mengalami Burnout

  • 30 Jul 2026 20:31 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Burnout tidak hanya dipicu oleh beban pekerjaan yang tinggi, tetapi juga dipengaruhi karakter seseorang. Dokter dr. Ramlan Zuhair Pulungan, CHt, CT.NNLP menyebut orang dengan sifat perfeksionis maupun kebiasaan selalu ingin menyenangkan orang lain (people pleaser) memiliki risiko lebih besar mengalami burnout apabila tidak mampu mengelola ekspektasi dan batas diri.

Sikap seperti itu, menurutnya, sering kali membuat seseorang terus menerima beban hingga akhirnya mengalami kelelahan emosional.

"Penting untuk mengatakan tidak pada beban yang berlebihan." ujarnya.

dr. Ramlan juga mengungkapkan hasil sejumlah penelitian yang menunjukkan beberapa profesi memiliki tingkat risiko burnout lebih tinggi, seperti tenaga kesehatan, guru, pekerja kantoran, ibu rumah tangga, hingga mahasiswa. Menurutnya, setiap profesi memiliki tekanan yang berbeda sehingga cara mengelola stres pun harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

"Ternyata dari penelitian orang-orang yang perfeksionis itu lebih rentan terkena burnout. Bukan berarti perfeksionis adalah sesuatu yang salah, tetapi ketika bekerja dengan orang lain, hasilnya tidak selalu sesuai dengan ekspektasi. Kondisi itu yang membuat mereka lebih berisiko mengalami burnout," ucap dr. Ramlan.

Bagi mereka yang sudah mengalami burnout dan tidak memperoleh dukungan dari lingkungan terdekat, dr. Ramlan menyarankan agar tidak ragu mencari bantuan profesional. Menurutnya, psikolog, dokter, maupun hipnoterapis dapat menjadi tempat yang tepat untuk membantu proses pemulihan ketika kondisi sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ia menekankan dukungan tidak selalu datang dari keluarga atau orang terdekat. Karena itu, mencari pertolongan kepada tenaga profesional merupakan langkah yang tepat agar burnout tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....