Dokter Ingatkan Pentingnya Vaksin MR bagi Anak
- 30 Sep 2026 12:45 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Puskesmas Medan Labuhan melaksanakan vaksinasi Measles-Rubella (MR) atau vaksinasi campak di SD 067265 atau SD 65 Sei Mati, Medan Labuhan, Selasa, 29 September 2026. Vaksinasi tersebut merupakan kegiatan terakhir dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dengan sasaran anak kelas 1 SD.
Dokter Puskesmas Medan Labuhan, dr. Zelin Khaerini Lubis, mengatakan vaksinasi diberikan kepada anak yang dalam kondisi sehat dan tidak sedang mengalami penyakit berat. Anak juga harus tidak demam, sesuai usia imunisasi, serta tidak memiliki riwayat alergi berat terhadap vaksin atau komponennya.
Zelin mengatakan vaksinasi MR diperlukan untuk membentuk kekebalan tubuh anak terhadap penyakit campak yang sangat mudah menular. Campak dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti pneumonia, diare, infeksi telinga, hingga radang otak.
“Jangan takut memberikan imunisasi kepada anak. Vaksin campak tentunya sudah diuji secara aman oleh Kementerian Kesehatan dan telah digunakan secara luas untuk mencegah penyakit campak beserta komplikasi-komplikasinya,” ujarnya kepada RRI.
Zelin menjelaskan anak yang tidak mendapatkan vaksin berisiko mengalami campak dengan gejala demam tinggi, ruam atau bercak di seluruh tubuh, batuk, pilek, dan mata merah. Penyakit tersebut juga dapat menyebabkan diare dan dehidrasi.
Jika tidak ditangani, campak dapat berkembang menjadi komplikasi seperti pneumonia hingga radang otak. Kondisi tersebut bahkan dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian.
Zelin mengatakan beberapa efek samping setelah vaksinasi dapat berupa nyeri, kemerahan, atau pembengkakan di lokasi suntikan. Efek tersebut dapat ditangani dengan kompres, sementara demam ringan dapat diatasi dengan obat penurun demam atau parasetamol sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Ia mengimbau orang tua mengikuti jadwal imunisasi yang diberikan tenaga kesehatan atau membawa anak ke Posyandu maupun Puskesmas apabila imunisasi belum lengkap. Jika usia anak masih memungkinkan, imunisasi kejar atau catch-up dapat dilakukan setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
“Apabila memiliki keraguan atau anak sedang sakit, bisa berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau petugas kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....