Vape Bukan Alternatif Aman, Kandungan Formaldehida Tingkatkan Risiko Kanker Paru

  • 29 Jul 2026 22:35 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Anggapan rokok elektronik atau vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional masih banyak dipercaya masyarakat, terutama kalangan anak muda. Namun, anggapan tersebut dinilai keliru karena vape tetap mengandung zat berbahaya yang dapat memicu gangguan kesehatan, termasuk meningkatkan risiko kanker paru.

Dokter Spesialis Paru, dr. Lia Mutia Annisa, Sp.P, menjelaskan vape awalnya diperkenalkan sebagai alternatif yang dianggap lebih sehat karena tidak melalui proses pembakaran seperti rokok konvensional. Namun, seiring perkembangan penelitian, penggunaan vape justru memunculkan persoalan kesehatan baru akibat kandungan zat kimia di dalam cairannya.

"Itu salah. Sebenarnya kalau dulu kemunculan vape itu dianggap sebagai pengganti atau solusi yang lebih sehat. Tapi ternyata vape itu adalah masalah baru lagi," ujarnya

Menurutnya, cairan vape yang dipanaskan menghasilkan berbagai senyawa berbahaya. Selain itu, kandungan flavor atau perasa yang dihirup melalui saluran pernapasan juga dapat memicu peradangan pada paru-paru. Bahkan, kandungan formaldehida dalam vape disebut memiliki sifat karsinogenik yang dapat meningkatkan risiko kanker.

"Apalagi di dalam vape ini formaldehida -nya itu tinggi. Kandungan formaldehida memicu karsinogen, kanker. Bahaya sekali," kata dr. Lia.

Lebih lanjut, ia mencontohkan fenomena popcorn lung disease, yaitu gangguan paru yang dikaitkan dengan paparan bahan kimia perasa (flavor). Kondisi tersebut pernah ditemukan pada pekerja pabrik popcorn yang dalam jangka panjang menghirup zat kimia pemberi aroma hingga mengalami sesak napas, batuk, dan kerusakan saluran pernapasan secara permanen.

Di sisi lain, penggunaan vape kini tidak lagi sekadar menjadi pengganti rokok bagi perokok aktif, tetapi juga telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup anak muda. Fenomena tersebut dinilai mengkhawatirkan karena semakin banyak remaja menggunakan vape tanpa memahami risiko kesehatan yang ditimbulkannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....