Third-Hand Smoke, Ancaman Tersembunyi bagi Anak dari Kebiasaan Merokok Orang Tua
- 29 Jul 2026 22:17 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Kebiasaan merokok di luar rumah kerap dianggap sebagai cara aman untuk melindungi anggota keluarga dari paparan asap rokok. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebab, zat berbahaya dari rokok masih dapat menempel pada pakaian, kulit, hingga benda-benda di sekitar perokok dan berpotensi membahayakan bayi maupun anak-anak ketika terjadi kontak langsung.
Dokter Spesialis Paru, dr. Lia Mutia Annisa, Sp.P., menjelaskan kondisi tersebut dikenal sebagai third-hand smoke, yakni paparan sisa zat berbahaya rokok yang menempel pada permukaan benda setelah seseorang selesai merokok. Menurutnya, meski seseorang merokok di luar rumah, residu zat beracun tetap dapat terbawa pulang melalui pakaian yang dikenakan.
"Nah itu sebenarnya kita masuk ke third hand smoker. Zat-zat yang berbahaya tadi menempel di benda, salah satunya adalah baju. Kemudian dia pulang ke rumah, gendong anaknya," kata dr. Lia.
Ia mengatakan, kondisi tersebut kerap luput disadari para orang tua. Akibatnya, banyak bayi atau balita yang berulang kali mengalami batuk dan pilek tanpa diketahui penyebabnya. Padahal, paparan residu zat berbahaya dari rokok yang terbawa melalui pakaian atau benda lain dapat menjadi salah satu faktor pemicunya.
"Makanya nggak heran kalau mama papa muda sering kebingungan anaknya sering batuk-pilek, batuk-pilek nggak berhenti-henti. Mereka nggak sadar, secara tidak langsung penyebabnya adalah paparan dari sisa rokok tadi," ujar dr. Lia.
dr. Lia juga meluruskan anggapan paru-paru perokok dapat dibersihkan dengan mengonsumsi susu. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada makanan maupun minuman yang mampu membersihkan paru-paru dari zat berbahaya akibat rokok. Susu hanya dianjurkan pada kondisi tertentu, misalnya untuk membantu pemulihan pasien infeksi paru karena kandungan proteinnya.
"Kalau membantu membersihkan, enggak. Tapi kalau pasien paru karena infeksi memang kami menyarankan minum susu yang tinggi protein untuk membantu pemulihan. Untuk membersihkan paru-paru tidak," ucapnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak hanya menghindari asap rokok, tetapi juga memahami bahaya paparan third-hand smoke yang masih jarang diketahui. Kesadaran untuk berhenti merokok serta menjaga lingkungan tetap bebas dari residu rokok dinilai menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan keluarga, terutama bayi dan anak-anak yang lebih rentan terhadap gangguan saluran pernapasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....