Rico Waas Tegaskan Komitmen Pemko Medan Tekan Kasus TB di Medan
- 21 Jul 2026 19:43 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmen Pemko Medan mendukung program nasional eliminasi TB melalui penguatan deteksi dini, peningkatan cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), pemanfaatan teknologi kesehatan, serta peningkatan anggaran penanganan TB secara bertahap.
Hal ini disampaikannya saat diwawancarai dalam kunjungan ke RSUP Haji Adam Malik Medan dalam rangka peninjauan pelaksanaan layanan TB di RSUP H Adam Malik, pada Selasa, 21 Juli 2026. Menurut Rico, penanggulangan TB tidak cukup hanya berfokus pada pasien yang telah terdiagnosis, tetapi juga harus menyasar anggota keluarga dan orang yang memiliki kontak erat untuk memutus rantai penularan.
"Kita tidak boleh hanya fokus pada pasien yang sakit. Keluarga dan orang yang kontak erat juga harus diperiksa dan diberikan edukasi agar penularan dapat dihentikan," ujarnya.
Usia melakukan peninjauan di RSUP H Adam Malik, Rico turut hadir saat Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wiyagus meninjau pelaksanaan skrining Tuberkulosis (TB) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Gedung PKK Medan, Kecamatan Medan Petisah.
Selain meninjau pelaksanaan skrining, kedua wakil menteri juga berdialog dengan jajaran Pemerintah Kota Medan, mulai dari pimpinan perangkat daerah, camat hingga kepala puskesmas. Pertemuan tersebut membahas percepatan penanggulangan TB sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi prioritas pemerintah.
Rico menjelaskan, Pemko Medan kini telah memanfaatkan fasilitas X-ray portable yang diberikan Kementerian Kesehatan untuk mendukung skrining TB di lapangan. Perangkat tersebut memungkinkan pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi tanpa harus membawa masyarakat ke rumah sakit.
Ia menambahkan, hasil foto rontgen dapat dianalisis menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai deteksi awal kondisi paru-paru sebelum dikonfirmasi dokter spesialis, sehingga proses penanganan dapat berlangsung lebih cepat.
"Teknologi ini sangat membantu proses skrining. Hasil foto bisa langsung dianalisis sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat," katanya.
Selain memperkuat layanan kesehatan, Pemko Medan juga terus meningkatkan alokasi anggaran untuk penanggulangan TB. Rico berharap dukungan tersebut semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.
"Kita harus bekerja bersama agar masyarakat memahami bahwa TB adalah penyakit menular yang bisa dicegah dan disembuhkan. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis dapat mendukung target Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas TB di Indonesia," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....