Masyarakat Diminta Tidak Khawatir, Tanjungbalai Aman dari Hantavirus

  • 13 Mei 2026 20:50 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Masyarakat Kota Tanjungbalai diimbau untuk tidak panik menyusul beredarnya informasi terkait Hantavirus di media sosial. Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit memastikan hingga saat ini wilayah Kota Tanjungbalai masih aman dan belum ditemukan kasus Hantavirus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai, Safrina Yanti Harahap, mengatakan pihaknya telah menerima Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor SR.03.01/C/2572/2026 tentang kewaspadaan Hantavirus. Berdasarkan surat edaran tersebut, Dinas Kesehatan memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai Hantavirus agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun kepanikan berlebihan.

Safrina menjelaskan, Hantavirus merupakan kelompok virus serius yang dapat menular kepada manusia melalui kontak dengan kotoran, urin maupun air liur hewan pengerat seperti tikus. Gejala awal penyakit ini umumnya menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, serta nyeri otot terutama pada bagian paha dan pinggang.

“Pada fase berat, paru-paru penderita dapat terisi cairan sehingga menyebabkan sesak napas hingga syok,” ujar Safrina. Rabu, 13 Mei 2026.

Ia mengimbau masyarakat yang mengalami tanda dan gejala tersebut agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, baik Puskesmas maupun rumah sakit, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Safrina juga menjelaskan sejumlah langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghindari penyebaran virus Hanta, di antaranya menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

Selain itu, masyarakat juga diminta melakukan metode wet cleaning atau membersihkan area yang terdapat kotoran tikus menggunakan kain maupun pel basah agar partikel yang berpotensi membawa virus tidak beterbangan di udara. Makanan juga harus disimpan di tempat tertutup rapat dan memastikan tidak ada lubang maupun celah yang menjadi akses masuk tikus ke dalam rumah.

Menurut Safrina, Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai juga akan melakukan pemantauan epidemiologi terhadap masyarakat yang mengalami gejala serupa, termasuk melakukan pendampingan pengobatan apabila ditemukan kasus yang dicurigai.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan,” kata Safrina.

Ia menambahkan, hingga saat ini di Provinsi Sumatera Utara, khususnya Kota Tanjungbalai, belum ditemukan masyarakat yang terpapar Hantavirus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....