Anak Dinilai Kehilangan Masa Tumbuh akibat Paparan Media Digital Berlebihan
- 29 Apr 2026 21:36 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Penggunaan media digital yang semakin masif di kalangan anak-anak dinilai mulai mengganggu tugas perkembangan yang seharusnya dijalani sejak usia dini. Psikolog dari Biro Marsha Puntadewa Medan, Dr. Sunarto menilai anak usia 6 hingga 17 tahun memiliki tahapan perkembangan penting yang tidak boleh terabaikan akibat terlalu sering terpapar gadget dan media digital.
Ia menjelaskan, anak usia 6 sampai 12 tahun seharusnya aktif melatih ketahanan fisik, belajar bekerja sama dengan teman sebaya, hingga membangun konsep diri dan nilai moral. Sementara pada usia remaja, anak mulai memasuki fase pembentukan identitas diri, kemandirian emosional, serta tanggung jawab sosial.
“Anak-anak itu punya tugas perkembangan yang wajib dilakukan sebagaimana persyaratan kehidupan di zamannya nanti. Dari mulai fisik sampai bagaimana membangun tanggung jawab sosial dan berperilaku dewasa,” ujar Sunarto.
Menurut Sunarto, media sosial dan media digital pada dasarnya hanya berfungsi sebagai sarana jejaring sosial, berbagi konten, hingga hiburan digital. Namun, penggunaan yang berlebihan justru membuat anak lebih banyak duduk, kurang bergerak, dan kehilangan interaksi sosial secara nyata.
Ia menilai kondisi tersebut berpotensi membuat anak kurang siap menghadapi kehidupan yang semakin kompetitif di masa depan. Terlebih, banyak anak kini lebih sering menghabiskan waktu dengan layar dibanding melakukan aktivitas fisik maupun kegiatan sosial di lingkungan sekitar.
“Kalau hanya duduk di kamar menggunakan handphone atau laptop, nanti fisiknya tidak terbangun dengan kokoh, sehingga anak-anak menjadi tidak siap menghadapi kompetisi yang berkaitan dengan kekuatan fisiknya,” katanya.
Selain berdampak pada fisik, media digital juga disebut dapat memengaruhi perilaku dan moral anak. Konten yang menampilkan gaya hidup glamor, bahasa tidak santun, hingga perilaku yang tidak sesuai usia dinilai mudah ditiru oleh anak-anak yang belum memiliki kontrol diri yang matang.
Karena itu, Sunarto mengingatkan pentingnya ket erlibatan orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget pada anak. Menurutnya, tanggung jawab orang tua bukan hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga memastikan anak tetap menjalani tugas perkembangan secara seimbang.
“Menghidupi anak itu bukan sekadar memberi makan cukup. Ada hal-hal yang harus dilakukan, termasuk membatasi mana yang pantas dan tidak pantas untuk anak,” ucap Sunarto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....