Kesadaran Bahaya Rokok Perlu Ditingkatkan

  • 08 Feb 2026 11:44 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan-Founder North Sumatera Youth Tobacco Control Movement, Zulqadri, menilai kesadaran masyarakat terhadap bahaya rokok mulai meningkat setelah pandemi Covid-19, namun pemahaman tentang dampak seriusnya masih belum merata. Menurutnya, banyak warga belum menyadari besarnya risiko rokok bagi perokok aktif maupun pasif.

“Saya rasa sejauh ini, alhamdulillahnya setelah Covid kita mulai sadar akan kesehatan. Tapi banyak masyarakat yang belum sadar kalau bahaya rokok ini sangat-sangat berbahaya,” ujar Zulqadri kepada RRI, Minggu, 8 Februari 2026.

Ia menilai tingginya konsumsi rokok tercermin dari pola belanja rumah tangga di Indonesia, di mana rokok menempati urutan kedua setelah beras, bahkan melampaui kebutuhan pangan bergizi. Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan karena menunjukkan rokok masih menjadi prioritas pengeluaran.

“Fakta di lapangan menunjukkan konsumsi pertama rumah tangga itu beras, konsumsi keduanya rokok, konsumsi ketiganya baru telur. Itu bahaya,” katanya.

Zulqadri juga menyoroti perilaku merokok di ruang publik yang masih kerap terjadi, seperti saat berkendara, di tempat umum, hingga di depan anak-anak. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak hanya melanggar etika, tetapi juga membahayakan kesehatan orang lain melalui paparan asap rokok.

Terkait kebijakan nasional, ia mengapresiasi terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 yang menaikkan batas usia pembelian rokok menjadi 21 tahun serta melarang penjualan rokok batangan. Kebijakan itu dinilai dapat menekan akses rokok pada anak dan remaja.

“Intinya dibuat lebih mahal sehingga anak-anak tidak bisa beli. Nah, itu bagus,” ucapnya.

Ia berharap masyarakat tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga memiliki kesadaran pribadi untuk menjalani pola hidup sehat tanpa rokok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....