​Pemprov Sumut Gelontorkan Rp472 Miliar untuk Berobat Gratis

  • 30 Jan 2026 11:12 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara (Sumut) pada tahun 2026 mengalokasikan anggaran sebesar Rp472 miliar untuk Program Berobat Gratis (Probis). Anggaran tersebut menjadi bukti komitmen Pemprov Sumut dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang prima.

“Untuk tahun ini ada sekitar Rp800 miliar lebih anggaran yang sudah kita alokasikan untuk keseluruhan jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan, juga jaminan kematian,” ujar Kepala Bidang Perencanaan Anggaran Daerah Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sumut, Andriza Rifandi, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Kamis 29 Januari 2026.

Ia merincikan, khusus untuk program berobat gratis dialokasikan anggaran sebesar Rp472 miliar. Sementara itu, anggaran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp377 miliar, diperuntukkan bagi seluruh tenaga kerja yang berada di bawah naungan Pemprov Sumut.

Ia menjelaskan, BKAD Sumut melakukan sejumlah strategi agar dapat berkontribusi nyata dalam Probis. Program ini menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution.

Langkah yang dilakukan yakni memisahkan alokasi anggaran belanja wajib dan mengikat, belanja prioritas, serta belanja pendukung. Ia menuturkan, dalam klasifikasi belanja ini Program UHC (Universal Health Coverage) termasuk dalam belanja wajib dan mengikat.

"Sehingga Pemprov Sumut konsern untuk memenuhi alokasi anggaran tersebut. Apalagi sudah diatur dalam UU, pemerintah harus mengalokasikan porsi anggaran untuk pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Andriza mengakui kebijakan anggaran Pemprov Sumut sebelumnya sempat terkoreksi akibat dana Transfer ke Daerah (TKD) serta peristiwa bencana alam. Untuk itu, ia berharap pihak terkait dapat kooperatif, terutama perusahaan pemberi kerja, agar tidak melalaikan kewajibannya memberikan jaminan kesehatan. Menurutnya, UHC bukan sepenuhnya kewenangan Pemprov Sumut semata. Bukan hal mudah untuk mengover keseluruhan masyarakat yang tersebar di 6.112 desa dan kelurahan se-Sumut.

"Penduduk Sumut ada kurang lebih 15,7 juta. Kalau 80 persen saja ada sekitar 12,5 juta yang menjadi peserta UHC dan aktif,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....