Fashion Ramah Lingkungan menjadi Sorotan Memilih Pakaian

  • 28 Agt 2026 16:13 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Ramah lingkungan saat ini menjadi salah satu sorotan utama dalam dunia fashion, terutama di kalangan generasi muda seperti Gen Z dan milenial yang semakin selektif dalam memilih pakaian. Penikmat fashion masa kini bukan hanya mencari baju yang bagus secara visual, tetapi juga mempertimbangkan asal usul dan dampak dari produk tersebut terhadap lingkungan.

Meningkatnya kesadaran tentang dampak industri fashion terhadap bumi, seperti limbah tekstil, penggunaan air yang berlebihan, serta polusi akibat bahan kimia adalah hal yang menjadi pemicunya.

Salah satu perubahan besar adalah meningkatnya permintaan terhadap sustainable fashion, yaitu pakaian yang dibuat dengan bahan ramah lingkungan seperti katun organik, serat bambu, linen daur ulang. Bahkan bahan inovatif seperti kulit vegan dari jamur (mycelium leather) atau nanotekstil dari rumput laut.

Dilansir dari antaranews.com, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengatakan dalam membangun produk tidak hanya membutuhkan promosi, namun harus memikirkan keseluruhan ekosistem bisnis, khususnya pengembangan material tekstil yang berkelanjutan.

Gaya minimalis juga mendominasi panggung fashion. Fashion minimalis bukan berarti membosankan, melainkan menekankan pada kesederhanaan desain, pemilihan warna netral, dan fungsi yang maksimal.

Model pakaian seperti oversized blazer, kemeja putih klasik, celana kulot, dan dress polos menjadi andalan. Fokusnya adalah menciptakan penampilan elegan namun tetap praktis untuk berbagai kegiatan.

Beberapa brand lokal pun meraih sukses karena mampu menjual nilai, bukan sekadar produk. Mereka memperlihatkan proses produksi secara transparan, memperlakukan tenaga kerja secara adil, dan melibatkan komunitas dalam setiap langkah bisnisnya.

“Pakaian sekarang gak sembarangan lagi membelinya, harus diperhatikan juga bahannya apakah ramah lingkungan dan sebagainya, walaupun disayangkan karena harganya masih relative lebih mahal ya, apalagi untu anak – anak mahasiswa seperti saya, dengan budget yang terbatas tentu harga sangat mempengaruhi,” ucap Citra seorang mahasiswa yang suka membeli pakaian dengan bahan ramah lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....