Hardiknas, Rico Waas Dorong Inklusifitas Pendidikan
- 02 Mei 2026 18:58 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmen Pemko Medan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya usai menjadi inspektur upacara dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, di UPT SMP N 1 Medan, Sabtu 2 Mei 2026.
Menurutnya, pendidikan bukanlah barang mewah, melainkan hak dasar yang harus didapatkan oleh seluruh masyarakat. Maka dari itu, ia menegaskan pada masa kepemimpinannya tidak ada lagi dinding pembatas bagi anak-anak Medan dalam meraih pendidikan.
"Tidak boleh lagi ada anak yang putus sekolah. Tidak boleh anak tidak mendapatkan pendidikan, dan saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus pun harus mendapatkan hak yang sama," kata Rico.
Menyadur dari amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia yang dibaca Rico Waas sebelumnya, ia menekankan pentingnya metode deep learning dalam proses pembelajaran. Metode ini sebuah pendekatan agar siswa memiliki pemahaman yang lebih mendalam, bukan sekadar menghafal.
"Kami meyakini anak-anak Kota Medan ini memiliki potensi. Tinggal bagaimana kita benar-benar secara menyeluruh bisa memfokuskan bagaimana anak-anak ini bisa berkembang lebih luas lagi, dari pola pikir yang semakin terbuka di dunia yang serba digital seperti sekarang ini. Agar nantinya bisa menyerap dan beradaptasi dalam dunia yang seperti sekarang," ucapnya.
Selain itu, Rico mengapresiasi Kepala SMP N 1 Medan dan para guru yang telah mengubah wajah pendidikan menjadi lebih humanis. Sebagai alumni, ia mengaku takjub melihat perkembangan siswa-siswi SMP N 1 Medan saat ini yang fasih berbahasa inggris, aktif berorganisasi, hingga meraih berbagai prestasi di level internasional.
Sementara itu, Kepala UPT SMP N 1 Medan Rohanim, mengungkapkan peran kepala sekolah kini dituntut bukan hanya sebagai manajer. Kepala sekolah juga sebagai pengayom yang mampu menciptakan kedekatan emosional di lingkungan satuan pendidikan.
"Kunci utama keberhasilan pembelajaran terletak pada suasana yang menyenangkan. Hal ini hanya bisa dicapai jika seorang pemimpin sekolah mampu menyentuh sisi emosional seluruh warga sekolah," katanya.
Meskipun prestasi akademik tetap menjadi perhatian, namun bagi Rohanim kedekatan emosional dianggap sebagai fondasi yang jauh lebih penting dalam implementasi deep learning.
"Dengan pendekatan yang dilakukan dengan hati, diharapkan proses belajar-mengajar tidak lagi menjadi beban. Melainkan sebuah pengalaman yang dilakukan dengan penuh semangat dan menggembirakan bagi guru dan anak-anak didik," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....