Pembangunan Sekolah Rakyat Medan Capai 87 Persen, Siap Beroperasi Juli 2026
- 16 Jun 2026 08:18 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Medan terus menunjukkan progres signifikan. Hingga pertengahan Juni 2026, pembangunan sekolah yang menjadi bagian dari program strategis pemerintah tersebut telah mencapai 87 persen, dan ditargetkan mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada Juli mendatang.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan program yang terus dikembangkan pemerintah di berbagai daerah untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Saat ini, lebih dari 100 titik Sekolah Rakyat telah dibangun di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Medan.
"Sudah ada lebih dari 100 titik yang dibangun. Salah satunya di Kota Medan, di mana lahannya disediakan pemerintah daerah. Alhamdulillah, pembangunannya sudah hampir 90 persen, dan mudah-mudahan pada Juli nanti sudah bisa digunakan untuk proses pembelajaran," katanya pada acara Open House SRMP 2 Medan, Senin, 15 Juni 2026.
Saifullah mengatakan, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga pembinaan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai perkembangan siswa yang telah mengikuti program Sekolah Rakyat di berbagai daerah menunjukkan hasil yang positif.
"Secara umum anak-anak sudah mulai terlihat lebih disiplin dan lebih fokus dalam belajar. Mereka masuk tanpa tes akademik, sehingga kemampuan awalnya berbeda-beda. Karena itu dibutuhkan kesabaran, ketenangan, dan empati dari para guru dalam mendampingi mereka," ujarnya.
Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Medan direncanakan menampung sekitar 270 siswa yang terdiri dari 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Seluruh peserta didik dipilih melalui proses verifikasi yang melibatkan pendamping sosial, dinas sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga pemerintah daerah.
Saifullah menegaskan tidak ada mekanisme pendaftaran terbuka dalam penerimaan siswa Sekolah Rakyat. Calon peserta didik dipilih berdasarkan pendataan keluarga miskin yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga program ini tepat sasaran.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan apresiasi atas progres pembangunan Sekolah Rakyat yang dinilai berjalan sangat cepat. Menurutnya, pembangunan sekolah yang berdiri di atas lahan sekitar enam hektare tersebut, dilakukan dengan perencanaan yang matang dan kualitas konstruksi yang baik.
"Ketika saya meninjau sekitar dua bulan lalu progresnya masih 73 persen. Hari ini sudah mencapai 87 persen. Ini termasuk pembangunan yang sangat cepat dan kualitas pekerjaannya juga sangat baik," katanya.
Rico menambahkan, Pemerintah Kota Medan terus memberikan dukungan terhadap keberadaan Sekolah Rakyat, termasuk melalui pembangunan dan perbaikan akses jalan menuju lokasi sekolah. Sejumlah pekerjaan infrastruktur pendukung saat ini masih berlangsung dan ditargetkan selesai sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Rico berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, serta membuka peluang lahirnya generasi yang lebih berkualitas di masa depan. Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada program tersebut karena dirancang untuk menciptakan perubahan nyata bagi peserta didik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....