Penggunaan AI Berlebihan Bisa Turunkan Daya Analisis
- 31 Jan 2026 20:36 WIB
- Medan
Founder dan CEO Techpreuneur, Alfian Linux, menjelaskan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memiliki dua sisi yang perlu disikapi secara bijak oleh masyarakat.
“Teknologi ini ibarat pisau dapur, bisa digunakan untuk hal baik, tetapi juga bisa disalahgunakan jika tidak digunakan secara bertanggung jawab,” ujar Alfian saat diwawancarai RRI, Sabtu, 31 Januari 2026.
Alfian mengatakan AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi yang besar. Namun, ia mengingatkan penggunaan AI secara berlebihan, khususnya di kalangan mahasiswa, berpotensi menurunkan kemampuan berpikir kritis apabila seluruh tugas diserahkan sepenuhnya kepada teknologi.
Menurutnya, AI seharusnya digunakan sebagai alat bantu untuk mempermudah pencarian informasi dan mempercepat proses pembelajaran, bukan menggantikan peran manusia dalam menganalisis dan memahami materi.
“AI memang membantu, tetapi jika digunakan sepenuhnya tanpa proses berpikir, kemampuan analisis manusia bisa menurun,” ujarnya.
Alfian juga menyoroti maraknya kejahatan digital berbasis AI. Ia menegaskan bahwa penipuan digital atau AI scam berbeda dengan kebocoran data. Ia menilai sistem keamanan digital saat ini sudah semakin kuat, namun kebocoran data kerap terjadi akibat kelalaian pengguna.
| Baca juga: Revolusi Visual Tekstil Modern |
“Banyak kasus kebocoran data terjadi bukan karena sistem diretas, tetapi karena kesalahan atau kelalaian penggunanya sendiri,” katanya.
Ia menambahkan, pelaku kejahatan siber saat ini lebih sering memanfaatkan kelemahan manusia dibandingkan meretas sistem teknologi secara langsung.
Alfian mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dan tidak mudah tergiur tawaran mencurigakan agar terhindar dari berbagai modus penipuan berbasis AI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....