Evaluasi Desa Binaan Kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga di Desa Sugi

  • 18 Agt 2026 08:50 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan evaluasi terhadap dua desa dan satu kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026, Kamis, 13 Agustus 2026. Evaluasi tersebut merupakan tindak lanjut Surat Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara Nomor 71/Skr/PKK Prov/VII/2026 tanggal 28 Juli 2026 tentang Evaluasi PKK 2026.

Kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK dipusatkan di Desa Sugi, Kecamatan Marancar, dan dihadiri langsung Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu bersama Ketua TP PKK Tapsel, Murni Gus Irawan.

Ketua Tim Evaluasi Desa Binaan UP2K PKK Provinsi Sumatera Utara, Rika Astri Sari Siregar saat membacakan sambutan Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu Bobby Afif Nasution, evaluasi merupakan bagian dari rangkaian pembinaan yang sebelumnya telah melalui tahapan penilaian administrasi, verifikasi dokumen dan monitoring lapangan. Menurutnya, evaluasi tidak semata-mata bertujuan menentukan desa atau kecamatan terbaik, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat pembinaan, mendorong inovasi dan meningkatkan peran PKK dalam memberdayakan keluarga serta masyarakat.

“Kegiatan ini bukan semata-mata untuk menentukan yang terbaik, tetapi juga sebagai upaya memperkuat pembinaan, mendorong inovasi serta meningkatkan peran PKK dalam memberdayakan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap desa dan kecamatan yang mengikuti evaluasi dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK secara berkelanjutan. Pembinaan juga diharapkan terus dilakukan oleh TP PKK Kabupaten Tapanuli Selatan agar berbagai capaian yang telah diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Sementara, Gus Irawan Pasaribu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kedatangan Tim Evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara ke Desa Sugi. Ia menilai kegiatan evaluasi tersebut penting sebagai pemicu semangat desa untuk terus meningkatkan pemberdayaan dan ekonomi keluarga.

“Sesungguhnya visi Tapanuli Selatan, kata kuncinya adalah sejahtera. Karena itu, saya berharap Desa Sugi menjadi role model bagi desa lain bagaimana masyarakat bersungguh-sungguh meningkatkan ekonomi keluarga yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata Gus Irawan.

Ia menjelaskan, Pemkab Tapsel saat ini terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian dan peternakan yang terintegrasi. Salah satunya dengan mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang masih menganggur untuk ditanami komoditas produktif seperti jagung.

Gus Irawan menegaskan, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan modal, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari proses produksi hingga pemasaran. “Dari A sampai Z kita kawal. Model produksinya disiapkan, masyarakat diberdayakan, bahkan pasarnya juga harus kita siapkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Irawan juga mengapresiasi kinerja TP PKK Tapanuli Selatan bersama OPD terkait yang telah melakukan pembinaan secara serius terhadap desa binaan. Menurutnya, keberhasilan program tidak boleh hanya diukur dari perolehan juara, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Ini betul tidak mengejar sekadar juara. Saya selalu mengatakan tidak sekadar untuk juara. Lebih jauh manfaatnya nanti. Kita tidak hanya mengukur output, tetapi harus mengukur outcome, yaitu manfaat dari setiap kegiatan yang kita lakukan untuk masyarakat,” katanya.

Ketua TP PKK Tapanuli Selatan, Murni Gus Irawan Pasaribu, menyampaikan bahwa Desa Sugi dapat mengikuti tahap evaluasi setelah melalui proses pembinaan dan pendampingan secara bertahap oleh TP PKK Kabupaten, TP PKK Kecamatan, TP PKK Desa serta OPD terkait. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh kader PKK, pemerintah desa dan masyarakat Desa Sugi yang telah bekerja keras mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi.

“Dari keterampilan seorang ibu, kita tumbuhkan usaha. Dari potensi desa, kita ciptakan produk, dari produk kita bangun nilai ekonomi, dan dari usaha yang berkembang kita harapkan lahir keluarga yang lebih mandiri dan sejahtera,” ujar Murni.

Melalui evaluasi tersebut, TP PKK Provinsi Sumatera Utara berharap gerakan PKK semakin mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan keluarga yang berdaya, mandiri dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....