Klinik Satelit Madinah Maksimalkan Layanan Kesehatan Jemaah Pascaarmuzna
- 11 Jun 2026 14:39 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Madinah – Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memperkuat layanan kesehatan bagi jemaah haji gelombang kedua yang mulai tiba di Madinah setelah menjalani rangkaian puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan operasional Klinik Satelit Sektor 2 Madinah yang berlokasi di Hotel Durrat Al Eiman. Klinik yang memanfaatkan area hotel dengan izin otoritas Arab Saudi tersebut menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan, terutama bagi jemaah lansia dan kelompok berisiko tinggi.
Koordinator Tim Kesehatan Sektor 2 Madinah, dr. Fitri Indah Yanti, Sp.P., mengatakan hingga pekan pertama kedatangan jemaah gelombang kedua, klinik tersebut telah melayani sedikitnya 21 pasien rawat jalan. Mayoritas keluhan yang ditangani berupa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk pilek, nyeri tenggorokan, serta kelelahan setelah menjalani aktivitas ibadah yang padat selama fase Armuzna.
“Banyak jemaah mengalami kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah di Armuzna, sehingga berdampak pada kondisi fisik dan nafsu makan. Kami menyiapkan penanganan cepat berupa obat-obatan, vitamin hingga terapi infus bagi jemaah yang membutuhkan,” ujar Fitri di Madinah, Rabu 10 Juni 2026.
Untuk memastikan pelayanan berlangsung optimal selama 24 jam, PPIH menerapkan sistem kerja tiga shift bagi tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat. Sementara kebutuhan obat-obatan dan peralatan medis terus dipasok melalui koordinasi dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.
Keberadaan klinik satelit juga terbukti membantu penanganan cepat terhadap jemaah yang mengalami kondisi darurat di hotel. Salah satunya dialami Muhammad Zair (78), jemaah asal Mojokerto, Jawa Timur, yang sempat pingsan dan mengalami kejang akibat kelelahan setelah melaksanakan tawaf ifadah.
Setelah mendapatkan perawatan intensif dan pendampingan tim kesehatan, kondisi Muhammad Zair berangsur pulih dan kembali dapat beraktivitas. Kementerian Haji dan Umrah mengimbau seluruh jemaah, khususnya lansia, agar segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan untuk mencegah kondisi yang lebih serius dan meminimalkan kebutuhan rujukan ke rumah sakit Arab Saudi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....