BBKK Medan Pantau Kesehatan Jemaah Haji Selama 21 Hari
- 08 Jun 2026 07:53 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan — Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Medan melakukan pemantauan kesehatan terhadap jemaah haji selama 21 hari setelah kembali dari Arab Saudi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah haji tetap dalam kondisi sehat setelah mengikuti rangkaian ibadah haji.
Kepala Bidang Kesehatan Debarkasi Medan, dr. Rahmad Ramadhan Nasution, mengatakan pemantauan dilakukan bersama petugas kesehatan daerah. Setiap jemaah haji akan dipantau oleh puskesmas sesuai wilayah tempat tinggal masing-masing.
Rahmad mengatakan, jemaah haji diminta segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan selama masa pemantauan. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada dinas kesehatan untuk dilakukan tindak lanjut sesuai kebutuhan medis.
"Selama 21 hari itu kita minta petugas kesehatan di daerah memantau kondisi jemaah haji di wilayahnya. Kalau ada apa-apa agar mereka melaporkan ke puskesmas, baru nanti puskesmas melaporkan ke dinas," katanya saat diwawancarai RRI di Asrama Haji Medan, Minggu, 7 Juni 2026.
| Baca juga: Kloter 15 Debarkasi Medan Tiba dengan Utuh |
Rahmad menjelaskan pemantauan dilakukan karena jemaah haji baru kembali dari pertemuan besar umat Islam dunia yang dihadiri jutaan orang dari berbagai negara. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko paparan berbagai penyakit menular yang perlu diwaspadai.
Selain memantau kondisi kesehatan, petugas juga mencatat perkembangan kesehatan jemaah haji selama masa observasi. Data tersebut digunakan untuk mengetahui apakah jemaah haji dalam kondisi sehat, sakit, atau memerlukan penanganan lebih lanjut.
Rahmad menegaskan edukasi kesehatan akan terus diberikan kepada seluruh jemaah haji pada setiap kedatangan kloter. Dengan demikian, jemaah haji dapat lebih waspada dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan setelah kembali ke Tanah Air.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....