Kloter 2 Debarkasi Medan Tertunda, Tiba Siang Hari di Kualanamu
- 04 Jun 2026 07:56 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Kepulangan jemaah haji kelompok terbang (Kloter) 2 Debarkasi Medan mengalami penundaan dari jadwal semula. Pesawat yang membawa rombongan jemaah dan petugas haji asal Kabupaten Langkat, tiba di Bandara Internasional Kualanamu pada Rabu. 3 Juni 2026 sekitar pukul 13.00 WIB.
Sebelumnya, kedatangan Kloter 2 dijadwalkan berlangsung pada pukul 08.15 WIB. Namun terjadi perubahan jadwal akibat kepadatan proses pemulangan jemaah haji di Arab Saudi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatra Utara, Zulkifli Sitorus, menjelaskan keterlambatan tersebut tidak berkaitan dengan masalah teknis pesawat maupun ketersediaan armada penerbangan. Ia mengatakan, pesawat yang akan mengangkut jemaah haji sebenarnya telah siap di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
"Terjadi kepadatan proses pemberangkatan dan pengaturan bus untuk menurunkan jemaah haji. Karena seluruh negara juga sedang memulangkan jemaah hajinya, sehingga mengalami kepadatan," ujarnya.
| Baca juga: Kloter 15 Debarkasi Medan Tiba dengan Utuh |
Meski demikian, Zulkifli mengatakan pihak PPIH Debarkasi Medan memastikan proses pemulangan jemaah haji tetap berjalan sesuai prosedur dan dalam pengawasan petugas haji. PPIH Debarkasi Medan juga terus berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas terkait untuk memastikan kelancaran kepulangan jemaah haji.
Berdasarkan data Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatra Utara, Kloter 2 Debarkasi Medan membawa 358 jemaah haji yang berasal dari Kabupaten Langkat serta petugas haji. Dari jumlah tersebut, satu jemaah haji atas nama Nadhirah Sirajuddin Ismail meninggal dunia di RS Mina Al Wadeed akibat penyakit jantung dan dimakamkan di Makkah.
Selain itu, seorang jemaah haji lainnya, Wagini Kasan Winangun, belum dapat kembali bersama rombongan karena masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi. Panitia Debarkasi Medan memastikan akan terus memantau kondisi jemaah haji tersebut hingga dinyatakan sehat dan layak dipulangkan ke Tanah Air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....