Sindikat Narkoba Medan Kamuflase Paket Ekspedisi dengan Modus Barang Elektronik
- 30 Jul 2026 09:02 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Sindikat narkoba lintas provinsi yang dibongkar Satresnarkoba Polrestabes Medan menggunakan modus penyamaran paket untuk mengirim barang haram melalui jasa ekspedisi. Polisi mengungkap pelaku mengemas narkoba seolah-olah barang elektronik maupun suku cadang kendaraan agar tidak mudah terdeteksi.
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan jaringan tersebut memanfaatkan berbagai layanan ekspedisi yang tersedia di Kota Medan untuk mengirim narkoba ke sejumlah daerah di Indonesia. Pengiriman dilakukan dengan tujuan wilayah antarpulau seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga sejumlah daerah di Indonesia Timur.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku tidak hanya menyembunyikan narkoba di dalam paket, tetapi juga berupaya mengatur berat kiriman agar terlihat seperti barang biasa. Salah satu cara yang digunakan yakni memasukkan batu atau bahan lain sebagai pemberat.
AKBP Rafli menjelaskan penyidik menemukan bahwa pelaku menuliskan isi paket sebagai barang elektronik atau sparepart kendaraan. Modus tersebut dilakukan untuk mengurangi kecurigaan saat proses pengiriman melalui jasa ekspedisi.
“Modus operandi pelaku ini mengirimkan narkoba ke sejumlah daerah atau antar pulau, dengan menuliskan paket yang dikirim merupakan barang elektronik atau spare part. Untuk menyamarkan berat narkoba yang dikirim agar menyerupai dengan barang elektronik atau spare part, pelaku memasukkan batu ke dalam narkoba,” ucap Rafli, Selasa, 28 Juli 2026.
Polisi menyebut jaringan tersebut telah menjalankan aktivitas peredaran narkoba selama sekitar satu tahun terakhir. Dalam kurun waktu tersebut, pelaku mampu melakukan pengiriman narkoba hingga sekitar 10 kali dalam satu bulan.
Sebelum menyampaikan penegasan, AKBP Rafli mengatakan pihaknya terus melakukan pengembangan untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat. Polisi juga mengingatkan para pelaku narkotika agar tidak mencoba mengubah modus karena tetap akan dilakukan pengejaran.
“Bagaimana pun pelaku berkamuflase, kami pastikan kami akan menemukan cara untuk mengungkapnya,” ucap Rafli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....