Pentingnya Gizi dan Stimulasi untuk Dukung Perkembangan Otak Anak
- 29 Sep 2026 01:41 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) membuat anak-anak dari generasi Alfa dan Beta tumbuh dalam lingkungan yang semakin dinamis. Kondisi ini turut mendorong perhatian orang tua terhadap pentingnya kemampuan anak dalam belajar, beradaptasi, dan memahami berbagai hal baru.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian kegiatan S-26 Exceptional Day yang digelar di enam kota. Kegiatan ini ditutup melalui acara Momfluencers Gathering di Buumi Playscape Pacific Place, Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, orang tua diajak memahami perkembangan otak anak, termasuk proses mielinasi yang berperan dalam membantu penghantaran informasi antar sel saraf secara lebih cepat dan efisien.
Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, Vera Niki Gozali, mengatakan perkembangan dunia yang semakin cepat membuat orang tua perlu memberikan dukungan yang sesuai terhadap proses belajar dan tumbuh kembang anak.
“Dengan perkembangan teknologi dan berbagai akses informasi yang semakin luas, kami memahami keinginan para Mams untuk memastikan anak dapat belajar dan berkembang sesuai potensinya,” ujar Vera lewat keterangan rilis yang diterima rri.co.id pada Senin (28/9/2026).
Ia menjelaskan, S-26 telah melakukan riset perkembangan otak selama puluhan tahun dengan melibatkan sejumlah universitas di dunia. Salah satu penelitian yang dilakukan bersama Brown University menjadi bagian dari pengembangan pendekatan nutrisi yang ditujukan untuk mendukung pembentukan mielin pada otak anak.
Sementara itu, dokter spesialis neurologi anak dari Brawijaya Hospital Saharjo, dr. Herbowo A.F. Soetomenggolo, Sp.A, Subsp.Neuro(K), menjelaskan bahwa proses mielinasi merupakan bagian penting dalam perkembangan sistem saraf anak.
“Pada 1.000 hari pertama kehidupan, otak anak terus membangun dan menyempurnakan koneksi antar sel saraf. Mielinasi membantu sinyal atau informasi di otak dihantarkan dengan lebih cepat dan efisien,” jelasnya.
Menurutnya, perkembangan kemampuan anak tidak hanya berkaitan dengan asupan nutrisi, tetapi juga stimulasi melalui berbagai pengalaman. Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk mencoba, mengeksplorasi, dan mempelajari hal-hal baru sesuai tahap perkembangannya.
Konsep tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian S-26 Exceptional Day, yang menghadirkan kegiatan edukasi dan kelas stimulasi bagi orang tua dan anak di Jakarta, Bogor, Surabaya, Medan, Tangerang, dan Palembang.
Program ini melibatkan 26 anak, 26 dokter spesialis anak dan psikolog anak, serta 26 komunitas parenting. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan informasi kepada orang tua mengenai pentingnya perpaduan antara gizi dan stimulasi dalam mendukung proses belajar anak.
Dalam acara di Jakarta, Momfluencer Acha Sinaga turut membagikan pengalamannya dalam mendampingi proses belajar anak. Ia menilai pemberian nutrisi perlu berjalan bersama dengan stimulasi dan kesempatan bagi anak untuk mendapatkan pengalaman baru.
Selain kegiatan edukasi, S-26 juga mengadakan program apresiasi bagi konsumen melalui S-26 Day Top Spender yang berlangsung secara nasional pada 26 Agustus hingga 31 Oktober 2026.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, S-26 menekankan pentingnya peran orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung anak untuk belajar, bereksplorasi, dan mengembangkan potensinya di tengah perubahan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....