Anzu Rilis Lagu "Rela" Tinggalkan Dunia Mereka yang Jauh dari Industri Kreatif

  • 31 Jul 2026 22:13 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Ada sebuah fase ketika hubungan tidak lagi tentang kehilangan cinta, melainkan alasan untuk terus bertahan. Lewat "Rela", ANZU Band mengangkat kenyataan yang akrab ditemui banyak orang, memilih mengakhiri kisah yang tak lagi berjalan ke arah yang sama, lalu mengikhlaskan seseorang pergi bersama pilihan yang selama ini ia inginkan. "Rela bukan tentang menyerah, Ini tentang menerima realita. Bahwa tidak semua hal, bijak untuk kita perjuangkan, kadang, mencintai bisa juga berarti berhenti memaksa." Ungkap Irfan, sang penulis lagu, ungkap makna di lagu tersebut.

ANZU mengemas single ini ke dalam balutan pop romantis. Ini menjadi ruang yang sangat pas, untuk menyampaikan rangkaian lirik, yang membangun cerita di lagu tersebut. Sound yang ramah di telinga berpadu dengan arransemen melodi yang sederhana, sementara lirik-liriknya dibiarkan tetap berbicara lugas dengan bahasa sehari hari. Perpaduan yang membuat pesan lagu ini tersampaikan dengan lugas, sebuah kehilangan yang harus diikhlaskan dengan menerima.

Anzu menghanyutkan diri di Industri musik nasional, melalui proses panjang. Berpindah dari satu panggung ke panggung lain, menguji materi di depan penonton yang berbeda, lalu membiarkan waktu menyaring apa yang benar-benar ingin mereka katakan. Berasal dari Serang, band ini beranggotakan Sinung (vokal), Irfan (drum), Ivan (bass), dan Yudhist (gitar) membangun katalog musiknya dengan satu pendekatan yang relatif konsisten, menjadikan pengalaman sehari-hari sebagai ide creative utamanya.

Di luar aktivitas bermusik, keempat personelnya datang dari dunia yang nyaris tidak bersinggungan dengan industri kreatif. Ada yang berprofesi sebagai wiraswasta, finance expert, hingga tenaga marketing. Alih-alih menjadi identitas sampingan, latar belakang itu justru membentuk cara mereka memandang sebuah lagu. Cerita tentang relasi, tekanan hidup, kehilangan, hingga hal-hal yang tampak remeh lahir dari pengalaman yang benar-benar mereka alami, bukan dari upaya mengejar tema yang sedang ramai dibicarakan. "Kami selalu berusaha membawa pengalaman hidup kami ke dalam musik, supaya tetap jujur dan relevan," ujar Sinung dalam rilis yang terima rri.co.id, Jumat, 31 Juli 2026.

Pilihan nama ANZU pun berangkat dari sebuah simbol. Diambil dari sosok burung dalam mitologi Sumeria Kuno, ANZU mereka maknai sebagai representasi kebebasan sekaligus keberanian untuk terus bergerak. Gagasan itu tidak hadir sebagai konsep yang terus-menerus ditegaskan lewat lirik, melainkan terasa dalam cara mereka membangun repertoar. Sejak merilis Aku Ingin Jawaban, Pusing Mikirin Utang, Secinta-cintanya, Konoha, Kecewa, hingga beberapa lagu religi, ANZU tidak terpaku pada satu tema atau satu spektrum emosi. Setiap rilisan berdiri sebagai respons terhadap fase kehidupan yang berbeda, tanpa kehilangan keterhubungan satu sama lain.

Secara musikal, ANZU mengusung pop romantik yang akrab dengan pendengar arus utama, tetapi tidak sepenuhnya tunduk pada formula. Balada romantis masih menjadi fondasi, sementara aransemen dibangun untuk menopang cerita, bukan menenggelamkannya. Fokus mereka tampaknya tidak pernah berada pada kompleksitas musikal, melainkan pada bagaimana sebuah lagu tetap terdengar manusiawi ketika selesai diputar. "Kami ingin setiap lagu ANZU terdengar dekat, seperti cerita yang pernah dialami semua orang," kata Irfan. Pernyataan itu merangkum pendekatan yang selama ini mereka pertahankan.

Pada akhirnya, perjalanan ANZU memperlihatkan satu hal yang semakin jarang ditemui di tengah derasnya siklus rilisan musik. Keinginan untuk membangun identitas secara bertahap, bukan melalui perubahan yang drastis di setiap single, melainkan lewat konsistensi dalam menulis pengalaman menjadi lagu. "Semoga 'Rela' bisa menemani siapa pun yang butuh ruang untuk meresapi perasaannya," tutup Sinung. Sebuah harapan yang terdengar sederhana, sekaligus mencerminkan arah yang sejak awal mereka pilih. Musik sebagai ruang berbagi pengalaman, bukan sekadar medium untuk didengar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....