Digipreneurs Summit, Konsulat AS Dorong UMKM Sumut dan Aceh Go Digital

  • 22 Agt 2026 17:50 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Pemerintah Amerika Serikat mendukung upaya digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatra Utara dan Aceh melalui program bertajuk Building a Global Marketplace Through Digital Innovation. Program Digipreneur Aceh-Sumut didukung oleh Pemerintah Amerika Serikat melalui Alumni Engagement Innovation Fund, dan dilaksanakan bersama JCI Medan serta Digital Literacy Access.

Konsul Amerika Serikat untuk Sumatra, Lisa Podolny, mengatakan selama 10 bulan terakhir program tersebut telah melatih lebih dari 100 pelaku UMKM di Sumatra Utara dan Aceh dalam bidang literasi digital. Dari jumlah tersebut, 10 UMKM terpilih mengikuti inkubasi intensif selama 15 minggu.

“Selama 10 bulan terakhir, tim ini telah melatih lebih dari 100 usaha kecil dan menengah di Sumatra Utara dan Aceh dalam literasi digital. Kemudian memilih 10 di antaranya untuk mengikuti inkubasi intensif dalam pemasaran digital, branding, e-commerce, dan optimasi pasar,” kata Lisa, pada puncak program Digipreneur Aceh-Sumut yang dikemas dalam Digipreneurs Summit, Gala Dinner and Digital Talk, di Medan, Jumat 21 Agustus 2026.

Konsul Amerika Serikat untuk Sumatra, Lisa Podolny saat memberikan sambutan pada kegiatan Digipreuneur Summit di JW Marriott Hotel Medan, Jumat, 21 Agustus 2026 (Foto: RRI/Aan Turnip)

Menurut Lisa, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pelatihan jangka pendek. Tim program juga telah membangun dua Digital Hub Studio di Medan dan Banda Aceh, yang diharapkan dapat terus dimanfaatkan pelaku usaha setelah program pendanaan berakhir.

“Ini bukan hanya sebuah kegiatan sekali saja, tetapi menjadi fondasi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Lisa mendorong 10 pelaku UMKM yang mengikuti inkubasi intensif untuk terus mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh, serta beradaptasi dalam memajukan bisnis mereka.

“Saya mendorong kalian untuk terus membangun apa yang telah kalian pelajari di sini. Terus bereksperimen, terus beradaptasi, dan terus mendorong bisnis kalian maju dengan energi yang sama seperti yang kalian tunjukkan selama program ini,” ucap Lisa.

Sementara itu, Project Director Digipreneur Alfian Linux mengatakan program tersebut berangkat dari potensi besar UMKM di Aceh dan Sumatra Utara yang belum sepenuhnya didukung kemampuan pemasaran dan akses terhadap pasar yang lebih luas.

Project Director Digipreneur Alfian Linux saat memberikan sambutan pada kegiatan Digipreuneur Summit di JW Marriott Hotel Medan, Jumat, 21 Agustus 2026. (Foto: RRI/Raihan).

Ia menyebut, sebanyak 100 pelaku UMKM sebelumnya mengikuti seminar di Aceh dan Sumatra Utara. Selanjutnya, lima UMKM dari masing-masing daerah dipilih untuk mengikuti program inkubasi.

Para peserta mendapatkan pendampingan dalam berbagai aspek, mulai dari pembuatan website, fotografi produk, copywriting, hingga pemanfaatan iklan digital.

“Kami ingin memberdayakan UMKM supaya mereka bisa go digital. Setelah mengikuti proses inkubasi, produk mereka kami persiapkan agar memiliki kehadiran digital dan bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Alfian.

Selain pelatihan, Alfian mengatakan pihaknya membangun dua fasilitas Digital Hub di Aceh dan Sumatra Utara. Fasilitas tersebut dilengkapi studio foto serta perangkat komputer untuk kebutuhan editing dan produksi konten yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM.

Lebih lanjut, Alfian berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan berbagai organisasi dapat terus membantu UMKM memperluas akses pasar, termasuk menuju pasar global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....